Berita Kriminal
Terungkap, Heboh Temuan Bayi di Prambanan, Polisi: Mereka Sepasang Kekasih Berstatus Mahasiswa
Pelaku pembuang bayi di Prambanan Klaten itu adalah sepasang kekasih yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa.
"Dengan maksud agar bayi tersebut ditemukan oleh orang lain dan akan dirawat oleh orang lain," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah.
Seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (23/6/2020), AKP Deni mengatakan, setelah meletakkan bayinya di jalan, mereka kembali.
• Sengketa Lahan di Kompleks Bisnis Kebondalem Purwokerto, Pedagang: Semoga Cepat Selesai
• Jangan Gunakan Kendaraan Matik, Jalur Alternatif Batang-Dieng Rawan Kecelakaan
• Tambahan Insentif Tenaga Medis di Salatiga Terancam Batal, Penyebabnya Belum Ada Payung Hukum
• Dua Hari Meningkat Drastis di Grobogan, 21 Warga Tiga Kecamatan Terkonfirmasi Positif Covid-19
Sementara itu, Kanit PPA Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo menuturkan, kedua tersangka masih berstatus sebagai mahasiswa.
"Keduanya bukan suami istri, masih pacaran, mau menikah juga."
"Keduanya diamankan di rumahnya Jawa Tengah," kata dia.
Bayi tersebut kemudian ditemukan Muhammad Alwan (17) dan Muhammad Faris (16) yang sedang berolahraga pada Minggu (14/6/2020) sekira pukul 16.15.
Bayi perempuan yang masih hidup tersebut dibungkus dengan kain berwarna merah.
Ada gelang identitas bayi yang masih dipakai di pergelangan tangan.
Dua saksi tersebut langsung menggendong bayi tersebut dan menyerahkannya kepada warga.
Lalu mereka melapor ke pihak dukuh dan kepolisian.
Walaupun dalam kondisi sehat, bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD Prambanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi mengamankan barang bukti berupada satu selimut, satu bantal, satu perlak, dua gelang identitas bayi dengan nama ibu.
Serta satu lembar surat kelahiran yang telah dilegalisir.
Polisi juga menyita satu unit mobil yang digunakan kedua tersangka membawa bayi dari Jawa Tengah ke Yogyakarta. (*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Mau Menikah, Sepasang Kekasih Berstatus Mahasiswa Buang Bayi di Prambanan"
• Bupati Nikson Nababan Siapkan Rp 10 Juta, Hadiah Bagi Penemu Kematian Misterius Hewan Ternak
• Banyak Aduan Kecurangan di PPDB Jateng, Disdikbud: Segera Perbaiki Data Jika Palsu, Sebelum Dicoret
• Terungkap, Motif MN Rampok Toko Perhiasan di Tasikmalaya, Butuh Uang Buat Biaya Pernikahan
• SMP di Kendal Boleh Layani Pendaftaran Manual, Datang ke Sekolah Tapi Wajib Patuhi Aturan Ini