Kamis, 7 Mei 2026

Wakapolres Karanganyar Diserang

Widodo, Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Terlibat Bom Thamrin dan Kelompok Ciamis

Widodo, Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Terlibat Bom Thamrin dan kelompok Ciamis

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: yayan isro roziki
TribunBanyumas.com/Rifqi Gozali
Petugas membawa peti jenazah pelaku penyerang Wakapolres Karanganyar dari RS Bhayangkara Semarang, untuk kemudian dimakamkan di TPU Kedungmundu Kota Semarang. 

Karyono Widodo, pelaku penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, terlibat dalam rencana aksi terorisme bom Thamrin di Jakarta pada 2016 lalu. Ia juga terlibat dalam kelompok Ciamis, yang terlibat dalam perakitan senjata api di Sumtara. Ia baru keluar dari Lapas pada Juli 2019.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Karyono Widodo (47), pelaku penyerangan Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, ternyata terlibat dalam rencana aksi terorisme bom Thamrin, di Jakarta pada 2016 lalu.

Ia juga terlibat dalam jaringan teroris kelompok Ciamis atas pencarian senjata rakitan di Pulau Sumatra.

Atas keterlibatannya dalam jaringan teroris itu, Widodo sempat mendekam di Rutan Mako Brimob dan terakhir di Lapas Kelas IIB Way Kanan, Lampung.

Dari Lapas Way Kanan, Widodo keluar pada pertengahan 2019 lalu.

Identitas Penyerang Wakapolres Karanganyar Terungkap, Pernah Dipenjara, Ini Kesaksian Keluarga

Gowes Pakai Masker, 2 Orang Warga Semarang Meninggal Dunia, Begini Kata Wali Kota Hendi

Densus 88 Turun Tangan, Kasus Penyerangan Wakapolres Karanganyar: Kita Uji DNA, Ada Titik Terang

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

"Pelaku baru keluar dari Lapas Way Kanan pada 8 Juli 2019," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Sementara, terkait aksi penyerangan yang dilakukan pelaku pada Wakapolres Karanganyar, kata Wihastono, saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Densus 88 Anti-teror.

"Masalah itu sedang dilidik Densus 88," kata Wihastono.

Atas aksi penyerangan tersebut, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh polisi dengan tembakan tiga kali ke kaki pelaku.

"Pelaku ini dibawa ke Puskesmas terdekat, namun mungkin karena kehabisan darah sampai di Puskesmas dinyatakan meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Jenazah pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Semarang. Pihak keluarga pun telah menyerahkan sepenuhanya kepada pihak kepolisian terkait pemakamannya.

"Pelaku dimakamkan di pemakaman Kedungmundu," kata dia.

Sosok pendiam

Sebelumnya diberitakan, kasus penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, saat berada di lereng Gunung Lawu, Minggu (21/6/2020) perlahan mulai menemui titik terang.

Pelaku penyerangan, Karyono Widodo (46), terungkap baru keluar dari penjara pada Juli 2019, terkait dengan kasus terorisme.

Selama ini, pelaku tinggal di rumah milik orangtuanya di Jalan Argo Manis I, RT 022/RW 007, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

"Terduga sejak kecil ya tinggal di sini. Ini rumah orangtuanya. Tetapi, bapaknya sudah meninggal dunia."

"Sedangkan ibunya sudah sepuh dan sekarang tinggal bersama adik Widodo," kata petugas keamanan RT setempat, Didit Naryanto kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Didit merupakan petugas keamanan di perumahan, sekaligus tetangga terduga pelaku penyerangan.

Rumah Didit persis berada di samping rumah Karyono Widodo.

Didit mengatakan, Karyono yang biasa dipanggil Widodo memang jarang pulang ke rumah.

Informasi yang dia dapat, Widodo pergi ke Kalimantan dan Sumatera.

Pada Juli 2019 lalu, Widodo keluar dari penjara dalam kasus terorisme.

Widodo pulang diantar petugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sejak itu, Widodo tinggal di rumah orangtuanya di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

"Juli 2019 setelah lepas dari Lapas. Widodo ini pulang ke sini, yang mengantar petugas BNPT," ujarnya.

Namun, Widodo hanya beberapa bulan tinggal bersama ibunya di rumah tersebut.

Pada akhir tahun 2019, Widodo kembali menghilang dan pergi dari rumah.

Sejak saat itu, para tetangga tidak mengetahui keberadaan Widodo.

Hingga akhirnya ramai diberitakan bahwa Widodo baru saja melakukan penyerangan terhadap polisi di Karanganyar.

Didit menuturkan, Widodo dikenal sebagai sosok yang pendiam dan agar tertutup dengan tetangganya.

Tidak banyak tetangga yang akrab dengan Widodo.

"Yang sering berbincang dengan Widodo ya saya, karena memang rumahnya dekat."

"Kalau sama orang lain, kalau enggak ditanya ya diam," katanya.

Serang Wakapolres pakai celurit

Diketahui, Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, diserang pria bersenjata celurit, saat berada di Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (21/6), sekira pukul 10.45.

Beruntung, Kompol Busroni tak menderita luka serius. Ia berhasil menangkis serangan pria bercelurit itu menggunakan tongkat.

Sementara pelaku, tewas kehabisan darah setelah ditembak oleh anggota kepolisian.

Aksi penyerangan itu terjadi bertepatan dengan acara Susur Gunung dalam rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara, sekaligus persiapan membuka jalur pendakian Gunung Lawu.

Selain Wakapolres, sopir Wakapolres, Bripda Arif Hariyono serta relawan Jarot Broto Sarwono juga menjadi korban dalam peristiwa itu.

Mereka mengalami luka pada bagian punggung dan tangan.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni menyampaikan, penyerangan secara tiba-tiba itu terjadi saat dirinya duduk di musala dekat basecamp Cemoro Kandang.

Dia sedang memindahkan barang dari tas carrier atau gunung ke tas kecil.

"Saya tangkis serangannya dengan tongkat, terkena (celurit) bagian tangan. Alhamdulillah, baik-baik saja," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (21/6).

Kompol Busroni menjalani rawat jalan lantaran mengalami luka pada bagian tangannya.

Sedangkan sopirnya, Bripda Arif Hariyono mendapatkan luka pada bagian leher kanan dan punggung.

Wanita Ini Alami Pelecehan Seksual saat Gowes di Tengah Kota Semarang: Pantat Diremas, Saya Syok

Video Detik-detik Merapi Meletus Pada Hari Ini, Minggu 21 Juni 2020 Pukul 09.00

Pesta Pernikahan Berujung Duka di Semarang, Beberapa Kerabat Meninggal Karena Covid-19

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Pascakejadian itu, dirinya beserta sopir dan relawan langsung dibawa ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini relawan sudah diperbolehkan pulang, sedangkan sopir masih berada di rumah sakit.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan, pelaku berhasil diamankan setelah dilumpuhkan oleh anggota dengan tembakan senjata api pada bagian kakinya.

Kapolda menjelaskan sampai saat ini belum mengetahui pasti identitas pelaku penyerangan beserta motif penyerangan.

"Pelaku ditembak dan terjatuh. Dibawa ke rumah sakit (RSUD Karanganyar), kehabisan darah dan meninggal dunia." (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved