Kamis, 16 April 2026

Berita Banjarnegara

DCF Ditiadakan, Bocah Rambut Gimbal Aksa Diruwat Mandiri di Rumah: Saya Mau Motor Trail Merah

DCF Ditiadakan, Bocah Rambut Gimbal Aksa Diruwat Mandiri di Rumah: Saya Mau Motor Trail Merah

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki

Umumnya anak gembel, Aksa pun punya permintaan khusus sebelum rambutnya dicukur. Permitaannya unik.  Anak itu meminta dibelikan sepeda motor trail bewarna merah. Bila dalam gelaran DCF permintaan bocah gimal dipenuhi panitia, kini permintaan itu harus dipenuhi orangtua bocah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Tradisi cukur rambut gimbal di Dieng, biasanya menjadi daya tarik tersendiri dalam gelaran kebudayaan Ding Culture Festival (DCF).

Tradisi cukur rambut gimbal ini, selalu menyedot ribuan wisatawan di komplek Candi Arjuna. Namun, karena dalam situasi pandemi Covid-19, DCF pada tahun ini ditiadakan.

Sehingga, ruwatan cukur rambut gimbal digelar di rumah masing-masing bocah berambut gimbal ini.

Namun sejatinya, sebelum ada gelaran DCF, ruwatan cukur rambut gimbal memang digelar di rumah masing-masing, dengan mengundang tetangga atau kerabat.

Pandemi Belum Berakhir, Dieng Culture Festival Kemungkinan Tidak Digelar

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Jual Istri Sendiri Seharga Rp300 Ribu, Sudarmono: untuk Makan, Tak Ada Pemasukan Selama Pandemi

Pengusaha Ini Dapat Paket Mencurigakan, Dibuka Isinya Tengkorak Berdarah, Lalu Dapat Kain Kafan

"Aslinya dari dulu tradisi itu digelar mandiri di rumah, DCF itu untuk promosi wisata," kata Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono, Jumat (19/6)

Seperti halnya Aksa (5), anak berambut gimbal dari Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Banjarnegara ini.

Orang tuanya menggelar tradisi cukur rambut gimbal di rumah, Rabu malam (17/6).

Prosesi itu digelar secara sederhana, layaknya acara selamatan. Hanya beberapa warga dan kerabat yang diundang dalam acara itu.

Ubo rampe yang menjadi prasyarat ritual itu pun disiapkan, semisal nasi ingkung dan lauk dengan jenis yang telah ditentukan.

Acara itu ditutup dengan doa secara Islam sebelum hadirin dipersilakan menyantap hidangan.

"Syarat-syaratnya sama dengan yang di DCF, hanya ini digelar di rumah," katanya.

Umumnya anak gembel, Aksa pun punya permintaan khusus sebelum rambutnya dicukur.

Permitaannya unik.  Anak itu meminta dibelikan sepeda motor trail bewarna merah.

Tentu saja itu bukan barang murah. Sepeda motor jenis itu harganya mahal di pasaran. Tetapi permintaan anak gembel memang susah ditawar.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved