Berita Banjarnegara

Kisah Pilu Warga Banjarnegara Penderita Tumor Perut, Frustrasi Tak Segera Ditangani di Lampung

Kisah Pilu Prihanti Penderita Tumor Perut, Frustasi Tak Segera Ditangani karena Pandemi. hingga akhirnya pengobatan ditanggung pemkab banjarnegara

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Tribunbanyumas.com/Khoirul Muzaki
Penyerahan administrasi kependudukan dari Pemkab Banjarnegara, dalam hal ini langsung diserahkan oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, kepada keluarga Prihanti. 

Widodo, adik Prihanti di Banjarnegara akhirnya meminta bantuan dokter di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Daging tumbuh seberat sekitar 8,5 kilogram di tubuhnya berhasil diangkat. Biaya perawatan dan operasi Prihanti seluruhnya ditanggung pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.

TRIBUNBANYUMAS, BANJARNEGARA - Entah bagaimana nasib Prihanti, warga Lampung kelahiran Kabupaten Banjarnegara jika tak segera tertangani.

Tumor di perutnya semakin besar dan mengganas. Berbulan-bulan ia terkulai lemah di sebuah kamar yang menyatu dengan serambi masjid.

Mereka tiada tempat tinggal. Di situ keluarganya menumpang. Suaminya, Habib bertugas mengurus membersihkan masjid.

Selainnya, orang tua itu bekerja serabutan dengan hasil tak menentu.

Tapi bukan ekonomi yang membebani pikiran keluarga itu saat ini.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Celeng Aneh Milik Warga Banyumas Viral, Suka Makan Nasi Hangat Roti dan Kopi, Kaki Berjari Panjang

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

PAUD Harus Menunggu 5 Bulan Lagi, Begini Ketentuan Mendikbud untuk Membuka Kembali Sekolah

Masalahnya, sakit Prihanti semakin tak tertahankan. Ia sampai tak punya daya. Tubuhnya lunglai. Kondisinya mengenas.

"Di sana sempat sudah gak bisa makan dan minum. Gak punya daya," kata Zakiatul, putri Prihanti yang baru lulus SMA ini

Keluarganya bukannya tinggal diam. Mereka telah berjuang keras menyembuhkan Prihanti. Keluarga sempat membawanya ke Puskesmas.

Tetapi alat medis di fasilitas kesehatan itu kurang lengkap. Ia lantas dirujuk ke sebuah rumah sakit di Pringsewu Lampung.

Tetapi, kata Zakiatul, di rumah sakit itu Prihanti belum bisa ditangani. Wanita malang itu kemudian dibawa pulang.

Di tengah kondisinya yang mengenaskan, wanita itu mestinya dirawat di rumah sakit. Jelas, saat dirawat di rumah, kondisi Prihanti semakin memburuk.

Ia sampai susah mencerna makanan. Hingga tubuhnya melemas.

Prihanti akhirnya dirujuk ke sebuah rumah sakit besar di Bandar Lampung. Tetapi keluarga itu harus gigit jari. Prihanti terpaksa dibawa pulang lagi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved