Berita Tegal

Tiga Gedung Bioskop Masih Tutup, Pemkot Tegal Belum Berani Kasih Restu, Begini Alasan Jumadi

Pemkot Tegal sedang memikirkan aturan yang akan diterapkan apakah akan menutup biaya operasional bioskop atau tidak.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Beberapa pengendara motor melintasi area depan Gajah Mada Cinema Kota Tegal, Senin (15/6/2020). Hingga saat ini gedung bioskop tersebut belum memperoleh izin operasional kembali pasca pemberlakuan new normal di kota tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Meski telah menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal, Pemkot Tegal belum memberikan izin operasional atau dibukanya kembali aktivitas di gedung bioskop.

Tiga bioskop di Kota Tegal hingga saat ini pun masih tutup.

Yaitu Cinepolis Pacific Mall, CGV Transmart Tegal, dan Gajah Mada Cineme.

Wajah Rumah Menghadap Sungai Mirip Hawaii, Oktober Mulai Penataan Kawasan Kumuh Kali Siwatu Tegal

Peserta Mandiri Kelas III BPJS Kesehatan Cukup Setor Iuran Bulanan Rp 25.500

23 ASN Disdikbud Purbalingga Sudah Dikenai Sanksi, BKPP: Sebatas Pelanggaran Kode Etik

Heboh Babi Hutan Aneh Milik Pak Bawor di Jatilawang Banyumas, Ini Penjelasan BKSDA

Ketiganya sudah tutup sekira tiga bulan atau terhitung sejak Senin (16/3/2020).

Sedangkan beberapa tempat umum yang telah diizinkan buka.

Meliputi mal, tempat ibadah, tempat terbuka alun- alun serta taman, dan objek wisata (khusus warga Kota Tegal).

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, pembukaan bioskop masih sangat riskan atau berisiko.

Ia mengatakan, pihaknya belum merencanakan kapan bioskop diperbolehkan beroperasi.

Jumadi menilai, tempat duduk di bioskop masih terlalu dekat.

Menurutnya, dengan kursi yang dekat itu sulit dalam menerapkan physical distancing atau jaga jarak.

"Harusnya kan fokus, pandemi virus corona ini bisa dilawan dengan menggunakan masker, cuci tangan, dan sosial distancing."

"Tapi yang lebih penting yaitu physical distancing atau jaga jarak."

"Sementara di bioskop agak susah untuk menjaga jarak," kata Jumadi kepada Tribunbanyumas.com, Senin (15/6/2020).

Jumadi mengatakan, pihaknya akan membuat aturan protokol kesehatan untuk diterapkan di bioskop.

Misalkan kursi yang bisa digunakan hanya 50 persen atau 30 persen.

Namun menurut Jumadi, hal itu akan kembali lagi kepada pihak manajemen bioskop.

Ia mengatakan, pihaknya pun memikirkan aturan yang akan diterapkan apakah akan menutup biaya operasional bioskop atau tidak.

"Kami sedang merencanakan terlebih dahulu apakah pihak bioskop bersedia dikuranginya jumlah kursinya."

"Untuk sesuai dengan biaya operasional mereka," jelasnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Hasil Bisnis Katering Abal-abal di Kebumen, Ibu Rumah Tangga Ini Raup Keuntungan Hingga Rp 1 Miliar

Zona Risiko Rendah Covid-19, Dinkes Jateng Restui Banyumas Terapkan New Normal

Penderita Tumor itu Kini Miliki KTP Banjarnegara, Prihatini Sempat Terkatung-katung di Lampung

Kritikan Ganjar Terbukti, Empat Hari Zero Covid-19, Kasus Positif Corona Muncul Lagi di Kebumen

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved