Berita Tegal

Meski Sudah Ditetapkan Sebagai Zona Hijau, Kota Tegal Justru Enggan Buka Kembali Sekolah

Pemerintah Kota Tegal saat ini sedang mempersiapkan konsep pembelajaran siswa secara online di masa new normal atau tatanan kehidupan baru

dok.istimewa/https://turnto10.com/
Ilustrasi New Normal 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemerintah Kota Tegal saat ini sedang mempersiapkan konsep pembelajaran siswa secara online di masa new normal atau tatanan kehidupan baru.

Meski sudah berstatus zona hijau dan diperbolehkan melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Tegal berencana tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Rencananya, pembelajaran dari rumah tersebut akan menggunakan konferensi video atau webinar.

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, alasan belum ditetapkannya waktu pembelajaran secara tatap muka di Kota Tegal karena pihaknya khawatir dengan besarnya potensi penyebaran virus corona atau Covid-19 kepada anak- anak.

Kebakaran di Palebon Pedurungan Semarang Dini Hari Tadi, Penghuni Rumah Sedang Tidur

Jadwal Acara TV Hari Ini: TVRI, Trans TV, Trans 7, SCTV, RCTI, Net TV, MNC TV, GTV, Indosiar, ANTV

Ibu Hamil Tusuk Suaminya hingga Tewas, Tak Terima Dipukul Kursi saat Cekcok Rumah Tangga

Video New Normal, Banyumas akan Buka Sektor Pariwisata

Ia mengatakan, jika orang dewasa sudah paham dengan kewajiban memakai masker, jaga jarak, atau cuci tangan.

Berbeda dengan siswa jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat yang jiwanya masih anak- anak.

Mereka masih susah diatur dan mesti dikontrol dalam hal physical distancing atau jaga jarak.

Menurut Jumadi, rencana pembelajaran online tersebut bisa hingga akhir 2020 atau hingga akhir pembelajaran semester pertama.

"Dari pada kita mengorbankan generasi muda, mending kita secara online."

"Tapi motode online yang kita benerin. Disiapkan infrastrukturnya."

"Karena di masa new normal ini, pandemi masih ada. Kita harus hati- hati dengan adanya gelombang kedua," ungkap Jumadi saat ditemui di rumah dinas, pada Selasa (9/6/2020).

Jumadi menilai, keputusan untuk menerapkan pembelajaran secara tatap muka tidak bisa mengandalkan gambling atau untung- untungan.

Ia mengaku tidak mau gegabah untuk memutuskan KBM bisa secara tatap muka.

Namun perlu dipikir berulang kali hingga betul- betul matang.

Ada Trio Firmansah, Kedatangan Timo Werner Bisa Jadi Biang Masalah di Liverpool

15 Hari AK Simpan 24 Kilogram Sabu-sabu di Mobil, Hampir Berhasil Kelabui Polisi

Lambaikan Tangan Minta Tolong Dikira Prank, Siswa SMP Dibiarkan Tenggelam di Bengawan Madiun

31 Orang Ditangkap Polisi, Terlibat Pengambilan Paksa Jenazah PDP Corona di Rumah Sakit

Menurut Jumadi, mengaktifkan pembelajaran secara tatap muka pun tidak bisa disamakan dengan pembukaan di tempat- tempat umum, seperti mal, pasar tradisional, dan objek wisata.

Ia mengatakan, di sekolah resikonya jauh lebih besar.

"Ini ada waktu Juni sampai Juli. Saya kira satu bulan lebih dari cukup kalau kita sama- sama punya itikad baik.

Ini kesempatan bersama agar pembelajaran online bisa dilaksanakan," katanya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved