Berita Banjarnegara
Kisah Supriyanti Bikin Pot Emoticon di Banjarnegara: Saya Tak Mau Frustasi Akibat Covid-19
Perusahaan teh yang biasa mengambil produk pocinya, kini mengurangi pesanan jumlah signifikan. Hal itu bikin dirinya coba sementara banting setir.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pandemi virus corona menjadi ujian bagi para pelaku industri khususnya UMKM.
Banyak industri terpuruk karena penjualan semakin sepi yang berimbas pada penurunan pendapatan.
Sebagian memutuskan menutup usahanya lantaran merugi.
Tetapi di lain sisi, sebagian pengusaha berusaha bangkit di tengah kesulitan yang dialami.
Tetap ada secercah sinar di tengah kemuraman wajah perekonomian dunia saat ini.
• Pasar Mangkang Semarang Ditutup Tiga Hari, Disdag: Hasil Swab Test, Pedagang Positif Covid-19
• Korban Ditemukan Nelayan di Pantai Karangbolong Cilacap, Pencarian Pemuda Warga Kawunganten
• 187 Pekerja Korban PHK, 5.613 Dirumahkan, Selama Pandemi Covid-19 di Banyumas
• Kapan Objek Wisata Dibuka? Bupati Banyumas: Bertahap, Setelah Semua Tempat Ibadah Patuh Aturan
Supriyanti, pemilik usaha keramik Usaha Karya Klampok Banjarnegara ini misalnya.
Dia enggan meratapi usahanya yang sepi di masa pandemi virus corona (Covid-19).
Jika sebagian temannya memilih pasrah hingga menutup usahanya, ia memilih berjuang keras untuk membalikkan keadaan.
Yanti ikut merasakan dampak wabah yang membuat usahanya sepi.
Perusahaan teh yang biasa mengambil produk pocinya, kini mengurangi pesanan dalam jumlah signifikan.
Ia pun terpaksa mengurangi kapasitas produksinya hingga mengurangi jam kerja karyawan.
"Produksi menurun karena pesanan dikurangi," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (8/6/2020).
Tetapi ia tak mau berlarut-larut dengan keadaan ini.
Yanti berpikir keras agar usahanya tidak oleng meskipun ada wabah virus corona.
Ini dilakukan agar usahanya tetap eksis hingga situasi kembali normal.
