Berita Banyumas

187 Pekerja Korban PHK, 5.613 Dirumahkan, Selama Pandemi Covid-19 di Banyumas

Di Kabupaten Banyumas, ada 5.613 pekerja dirumahkan dan 187 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Itu sesuai data per Senin (8/6/2020).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TribunBatam.id/Wahyu Indriyatno
Ilustrasi buruh terkena PHK 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor tenaga kerja dan hampir terjadi di seluruh daerah.

Semisal di Kabupaten Banyumas, ada 5.613 pekerja dirumahkan dan 187 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK).

Kondisi itu adalah akibat dari perlambatan sektor bisnis akibat pandemi Covid-19.

Hari Ketiga Masih Nihil, Pencarian Pemuda Warga Kawunganten, Tenggelam di Nusakambangan Cilacap

Tiga Kecamatan Kasus Tertinggi DBD di Banyumas, Dinkes: Total 209 Kasus Hingga Awal Juni

Begini Penjelasan Kemenag Soal Dana Bipih Jamaah Haji Asal Banyumas

Kapan Objek Wisata Dibuka? Bupati Banyumas: Bertahap, Setelah Semua Tempat Ibadah Patuh Aturan

Merumahkan dan melakukan PHK pekerja tersebut berasal dari 167 perusahaan yang sebagian besar didominasi dari bidang hiburan, perhotelan, dan restoran.

Data itu berasal dari pendataan perusahaan terdampak Covid-19, pekerja atau buruh yang dirumahkan maupun ter- PHK oleh Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas.

"Jumlahnya ada 5.613 dirumahkan dan 187 PHK."

"Itu baru data awal yang masuk sampai hari ini," ujar Kepala Disnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono kepada  TribunBanyumas.com, Senin (8/6/2020).

Joko Wiyono menjelaskan, maksud dirumahkan adalah tidak berangkat bekerja, tetapi masih digaji sesuai kesepakatan bersama perusahaannya.

Biasanya ada pula yang dua minggu kerja dan dua minggu libur.

Perusahaan-perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 mengaku terjadi penurunan produktivitas karena banyak sebab.

Misal akibat penurunan dan pembatalan order, kesulitan pendistribusian produk, hingga penurunan omzet.

"Data tersebut yang dirumahkan dari 158 perusahaan."

"Sementara yang PHK dari 9 perusahaan," imbuhnya.

Joko menambahkan, jika data itu akan selalu diupdate setiap dua hari.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pekerja yang terdampak Covid-19 untuk segera membuat kartu prakerja.

Pendaftaran Kartu Prakerja akan dibagi per gelombang yang dibuka setiap satu pekan.

Itu terhitung setelah pendaftaran dibuka. (Permata Putra Sejati)

Kejari Banyumas Musnahkan 70 Kilogram Bahan Membuat Jamu

Aksi Dedi Mulyadi Jadi Viral, Mentan Lagi Berpidato, Suguhan Tamu Diambil, Diberikan Kepada Petani

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda Saat Ngantor, Achmad Husein: Mungkin Seminggu Dua Kali

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved