Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

Pilpres 2020, George W Bush Ogah Pilih Donald Trump

Bush, yang memimpin AS pada 2001 sampai 2009, termasuk dalam jajaran petinggi Partai Republik yang tak terang-terangan mendukung petahana.

Editor: deni setiawan
AP/RONALD MARTINEZ
Mantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas. 

Dalam kicauannya ketika Trump dimakzulkan pada akhir 2019, dia mengaku mengapresiasi pesan yang diterima oleh Presiden ke-43 itu.

"Tapi ke mana dia ketika sidang pemakzulan."

"Dia tak lain ditemukan berbicara mengenai hoaks terbesar dalam sejarah Amerika," tuduh petahana.

Salatiga Resmi Berstatus Zona Merah, Kasus Update: WNA Asal Italia Positif Corona

UPDATE Pilbup Semarang, KPU Tambah 146 TPS, Maksimal Cuma 500 Pemilih Tiap TPS

PKM Kota Semarang Jilid III Mulai Besok Senin, Hendi: Kalau Warga Masih Bandel Terpaksa PSBB

Kisah Viral Nasabah Tuna Rungu di Semarang: Hormat Sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan

Dan Bartlett, yang bertugas sebagai penasihat Bush, kepada Statesman menyatakan dia belum mendengar mantan atasannya itu terus terang mendukung seseorang.

Dilansir Daily Mail, Minggu (7/6/2020), Bartlett yang bertugas sebagai penasihat bidang komunikasi mengaku akan kaget jika Bush sampai menyeberang ke oposisi.

Pernyataan itu diperkuat dengan keterangan pakar sekaligus penulis buku soal Republikan, Mark Updegrove.

"Dia jelas bukan penggemar (Trump)," ucapnya.

Updegrove menggarisbawahi wawancaranya pada 2016.

Saat itu, George W Bush menceritakan penerusnya itu sama sekali tak paham tugas menjadi Presiden AS.

Dia menjelaskan, dia meyakini pendahulu Barack Obama tersebut sangat mungkin tak akan mengusung Biden.

Tapi, dia juga tak bakal mengelu-elukan Trump.

Laporan The Times menyatakan, ada beberapa pihak di GOP (Republik) yang bisa jadi mengusung pihak ketiga, atau terang-terangan mendukung Biden.

Dukungan partai penguasa kepada makin terbelah setelah sejumlah tokoh militer mulai menyuarakan ketidaksukaannya kepada presiden 73 tahun itu.

Di antaranya adalah James Mattis, yang pernah menjadi Menteri Pertahanan di era petahana sebelum didepak dari Gedung Putih pada 2018.

Dalam tulisannya, Mattis yang adalah jenderal Marinir menulis bahwa Donald Trump adalah sosok yang tidak berusaha menyatukan publik AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved