Minggu, 12 April 2026

Berita Internasional

Pilpres 2020, George W Bush Ogah Pilih Donald Trump

Bush, yang memimpin AS pada 2001 sampai 2009, termasuk dalam jajaran petinggi Partai Republik yang tak terang-terangan mendukung petahana.

Editor: deni setiawan
AP/RONALD MARTINEZ
Mantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC - Kabar mengejutkan datang dari sang mantan Presiden AS, George W Bush.

Dia disebut-sebut tidak akan memberikan suaranya kepada Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020.

Bush, yang memimpin AS pada 2001 sampai 2009, termasuk dalam jajaran petinggi Partai Republik yang tak terang-terangan mendukung petahana.

Kini, di tengah krisis yang dihadapi negara adidaya itu, George W Bush dilaporkan mulai berpikir untuk menjatuhkan suaranya kepada rival Trump, Joe Biden.

KA Kedungsapur Kembali Beroperasi Mulai Senin, Dari Stasiun Poncol Semarang Dua Kali Sehari

Tagihan Listrik Juni Bisa Dicicil Tiga Bulan Berikutnya, Ini Skema yang Diberikan PLN

CEK FAKTA - Grafik Puncak Covid-19 di Indonesia, Jawa Timur Jadi Penyumbang Tertinggi

Achmad Yurianto: 80 Persen Pasien Positif Ternyata Awalnya Tak Sadar Tertular Virus Corona

Dalam laporan The New York Times, sumber menerangkan apabila mantan Presiden AS berusia 73 tahun itu tidak akan mendukung pencalonan sang petahana.

Sementara adiknya, mantan Gubernur Florida, Jeb Bush, disebut bingung bagaimana dia akan memilih presiden yang juga taipan real estate itu.

Senator Utah Mitt Romney, yang dikenal sebagai penentang petahana, hampir pasti bakal memberikan dukungannya kepada suami Melania itu.

Sementara Cindy McCain, janda mendiang Senator John McCain, diyakini bakal memilih Joe Biden.

Namun, tidak diketahui bagaimana dia akan melakukannya.

Sebabnya, salah satu anaknya diketahui juga tengah mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2020.

Sehingga dia kebingungan untuk terang-terangan mendukung lawan.

Kemungkinan para petinggi Republikan itu didasari bahwa mereka membutuhkan angin perubahan setelah petahana dianggap gagal.

Selain dianggap gagal menangani wabah virus corona, Trump juga menyerukan pendekatan brutal untuk memadamkan kerusuhan karena demo kematian George Floyd.

Bush tidak mengutarakan dukungannya kepada penerusnya secara terbuka.

Namun, Trump sempat mengomentari sang mantan presiden ketika dia terkena sidang pemakzulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved