Berita Semarang
Petugas Kebersihan Makam TPU Jatisari Mijen Semarang: Hampir Setiap Hari Ada Pemakaman Covid-19
Sebanyak 60 jenazah pasien virus Corona telah di makamkan di TPU Jatisari Mijen. Hal ini diungkapkan petugas kebersihan makam TPU Jatisari.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Rival Almanaf
Maryadi menuturkan, di TPU Jatisari juga tidak ada penolakan dari warga seperti kejadian yang di TPU Ngadirgo.
"Kalau sini aman-aman saja, jauh dari pemukiman warga," paparnya.
Di sisi lain, TPU Ngadirgo di Dukuh Pakis Kelurahan Ngadirgo Kecamatan Mijen yang diwacanakan menjadi pemakaman khusus pasien virus Corona tampaknya urung dilakukan.
Pasalnya mendapat penolakan sejumlah warga di lingkungan tersebut.
Diketahui luas lahan TPU Ngadirgo memiliki luas 9.000 ribu meter persegi.
Sedangkan warga yang bermukim di dekat lahan pemakaman ada sekira 160 kepala keluarga (KK).
Itu masuk ke dalam wilayah RW 9 dan RW 1 Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Pengamatan Tribunbanyumas.com, makam TPU Ngadirgo yang digadang menjadi pemakaman khusus virus Corona melewati pemukiman warga.
Letak makam juga berdekatan dengan rumah penduduk, utamanya di wilayah RT 3 Rw 1.
Akses masuk tepat ke depan makam melewati jalan sekira 50 meter.
Di jalan itu terdapat deretan rumah warga sebanyak enam rumah, di sisi kiri ada ada dua rumah dan kanan jalan ada empat rumah.
"Iya warga kompak menolak," ungkap warga Dukuh Panji Kelurahan Ngadirgo, Heru Triyanto, Kamis (4/6/2020).
Heru mengungkapkan, ketidaksetujuan warga lantaran ada tiga alasan yang memberatkan warga merujuk pada protokoler kesehatan Kementrian Agama terkait Pemakaman jenazah pasien virus Corona.
Pertama jarak pemakaman dengan rumah warga sangat dekat yakni hanya berjarak hanya 6 meter.
Padahal aturannya harus berjarak 500 meter dari pemukiman.