Berita Regional
Petugas Medis Diusir dan Nyaris Dipukuli Saat Jemput PDP, Alasannya APD Kurang Nyaman Dipandang
Video saat warga mengusir petugas medis berpakaian lengkap alat pelindung diri ( APD) di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemahaman masyarakat tentang penanganan dan pencegahan virus corona ternyata tidak semuanya baik.
Terbukti di beberapa daerah masih terjadi penolakan terhadap tenaga medis yang menangani pasien yang diduga terinfeksi virus.
Bahkan mereka menolak petugas yang mengenakan APD datang ke kampungnya menjemput pasien.
Alasannya sederhana, APD yang dikenakan untuk menjemput warga terlihat kurang nyaman dipandang masyarakat.
• Kapolsek di Kabupaten Rembang Dicopot dan Ditahan Polisi
• Hasil Rapid Test di Pasar Gunungpati dan Pasar Ngaliyan Semarang
• Evakuasi Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Masih Berlangsung, Pengguna Dialihkan
• Jadwal Acara TV Hari Ini Minggu 31 Mei 2020 di Trans TV, GTV, RCTI dan Lainnya, Ada Film Safe House
Video saat warga mengusir petugas medis berpakaian lengkap alat pelindung diri ( APD) di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (29/5/2020) sore, menjadi viral di media sosial.
Setelah ditelusuri, alasan warga mengusir dan nyaris mengamuk karena petugas memakai alat pelindung diri (APD).
“Pihak keluarga ini keberatan dan menolak tim gugus tugas karena mereka datang dengan mengenakan APD lengkap."
"Jadi kelihatannya kurang nyaman begitu menurut pandangan warga,” kata perangkat Desa Tamilouw, Rustandi Wailissa.
Rustandi menduga, warga kurang memahmi soal prosedur penanganan medis terhadap seorang PDP.
Namun, setelah diberikan pemahaman, warga membubarkan diri dan petugas medis bisa membawa AT ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan swab.
Sementara itu, peristiwa pengusiran dan nyaris berujung kericuhan dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tengah Jenny Adijaya.
“Kejadiannya itu Jumat kemarin di Desa Tamilow."
"Jadi tim gugus tugas ke sana untuk menjemput salah satu PDP yang keluar dari rumah sakit, tapi ditolak warga,” kata Jenny kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu.
Menurut Jenny, pasien tersebut awalnya memiliki keluhan diabetes pada Rabu (27/5/2020).
Setelah keesokan harinya, hasil rapid test yang bersangkutan menunjukkan reaktif Covid-19.