Berita Regional
Karena Senjata Mainan, Warga Bentrok Bakar Rumah dan Sepeda Motor
Bentrok antar warga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang, di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pecah Selasa
TRIBUNBANYUMAS.COM - Bentrok antar warga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang, di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pecah Selasa (26/5/2020) malam.
Sebuah sepeda motor dibakar dan enam orang mengalami luka-luka karena terjebak dalam bentrokan warga.
Duduk perkara bentrokan warga berakhir pembakaran hingga memakan korban luka hanya gara-gaa senjata mainan.
Siapa sangka, senjata mainan menjadi pemicu sebuah rumah dan satu unit sepeda motor terbakar.
Akibat kejadian itu, satu unit rumah dan sepeda motor dibakar warga.
• Intensifkan Razia Masker, Ketahuan Melanggar Akan Dikarantina di Gor Satria Purwokerto
• Eks Komisioner KPU Asal Banjarnegara Jalani Sidang Kasus Korupsi Perdananya Hari Ini
• Seorang Guru Cabuli Muridnya Selama Hampir Empat Tahun di Pondok Pesantren
• Lima Hari Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Gunungkidul, Masyarakat Jangan Terlena
Kejadian yang dipicu akibat tembakan dari senjata mainan anak itu, juga menyebabkan sedikitnya lima orang warga luka-luka dan satu personel polisi terkena lemparan batu.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj menyampaikan, kejadian itu dipicu anak-anak dari Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan, menembaki pengendara yang melintas di jalan menggunakan senjata mainan.
Saat itu, seorang warga yang berasal dari Kelurahan Pintu Padang (tetangga Desa Huraba), melintas dan melihat kejadian itu.
Dia berusaha menegur dan membubarkan sekelompok anak-anak dari Desa Huraba.
Sekelompok anak-anak yang mendapat teguran malah memukul warga Kelurahan Pintu Padang tersebut.
Kejadian itu hanya berjarak sekitar beberapa meter dari Markas Polisi Sektor Batang Angkola, Polres Tapanuli Selatan. Tepatnya di sekitar Tugu Monumen Benteng Huraba.
Setelah pemukulan tersebut, kedua belah pihak saling melapor ke daerahnya masing-masing dan saling mengumpulkan massa.
Akhirnya dua kelompok warga saling serang dengan melempari batu dan membakar ban bekas.
Mereka sampai menutup akses jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal.
Akibat kejadian itu, satu unit rumah warga Pintu Padang dan satu sepeda motor dibakar.
Sejumlah warga juga terkena tembakan senapan angin. Termasuk satu polisi yang berusaha melerai.
"Satu personel kita dari Polsek Batang Angkola juga mengalami luka akibat terkena lemparan batu," ungkap AKBP Roman kepada wartawan usai melakukan mediasi dengan warga dari dua belah pihak di Mapolsek Batang Angkola, Rabu (27/5/2020) dini hari.
• Sempat Kuliah dan Kehabisan Uang, Pemuda Ini Curi Iphone di Tembalang untuk Makan
• Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Covid-19 di Surabaya, Pemkot Langsung Bereaksi
• Hasil Rapid Tes di Pasar dan Swalayan di Kota Pekalongan, 20 Orang Reatif Covid-19
• Anak Berusia 10 Tahun Hanyut di Sungai Cacaban Tegal, Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
Roman juga menegaskan, sudah melakukan upaya mediasi dengan menghadirkan perwakilan dua kelompok warga yang bertikai.
Disaksikan Dandim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Inf Akbar, pihak Pemkab Tapsel dan tokoh masyarakat setempat, warga sepakat untuk berdamai dan mengakhiri permasalahan tersebut.
"Warga sudah sepakat untuk berdamai. Namun untuk aksi pembakaran dan perusakan tetap akan Kita proses hukum," kata Roman.
Hingga Rabu (27/5/2020), situasi sudah dapat diatasi. Kondisi arus lalu lintas, sudah mulai normal.
Puluhan personel dari Polres Tapanuli Selatan, Brimob dan TNI tampak masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rumah-warga-dibakar-saat-bentrok.jpg)