Berita Viral

Transgender di Perancis Menangi Pemilihan Wali Kota, Begini Programnya

Marie Cau, seorang transgender di Perancis, terpilih sebagai Wali Kota Tilloy-Lez Marchienes.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Marie Cau, transgender pertama yang menduduki jabatan sebagai wali kota ketika berpose pada 24 Mei 2020, seiring dengan kemenangannya di Tilloy-Lez-Marchiennes.(AFP PHOTO/FRANCOIS LO PRESTI) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Marie Cau, seorang transgender di Perancis, terpilih sebagai Wali Kota Tilloy-Lez Marchienes.

Ia adalah wali kota transgender pertama di Perancis.

Para aktivis menyebut kemenangan Marie Cau sebagai sebuah terobosan.

Usai menerima selempang kehormatan, Cau berjanji bakal meningkatkan kondisi lingkungan dan sosial kota yang dipimpinnya.

Cau secara meyakinkan merengkuh kemenangan dalam satu ronde pada pemilihan umum kepala daerah di Perancis, 15 Maret lalu.

Siap-siap! Jika Ketahuan Menerbangkan Balon Udara Kamu Akan Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 500 Juta

PSBB Berakhir, Namun Pemkot Tegal Batalkan Pembukaan Kembali Objek Wisata dan Bioskop

Suara Burung Ini Bisa Merusak Pendengaran Manusia

Berebut Harta, Suami Bunuh Istrinya dengan Ular Kobra di Kamar

"Deciding Together" yang diusungnya mendapatkan suara mayoritas, dari total 550 di kota yang berbatasan dengan Belgia itu.

Pelantikan politisi 50 tahun itu dilaksanakan dua bulan setelah pemilu, normalnya adalah lima hari, dikarenakan wabah virus corona.

"Saya sama sekali tidak terkejut dengan kemenangan yang saya raih," kata Marie Cau, yang saat inaugurasi mengenakan setelan berwarna biru.

Sebagai seorang insinyur, dia mendeskripsikan sosoknya sebagai bos perusahaan yang mempunyai minat terhadap pertanian dan lingkungan.

Wali kota baru itu menerangkan, penduduk memilihnya karena mereka sepakat dengan program pertanian keberlanjutan, ekonomi lokal, dan lingkungan yang diusungnya.

"Warga tidak memilih saya karena transgender. Mereka memilih karena program dan nilai. Rakyat ingin perubahan," jelas Cau.

Dia menuturkan, dirinya mempunyai impian menjadikan kotanya sebagai daerah percontohan, di mana warga bisa melakukan hal yang tak bisa dikerjakan pemerintah.

Cau akan segera menjabat, dengan tantangannya adalah virus corona yang tengah mewabah.

Namun, sang pejabat publik itu mengaku tak risau.

Sebab, dia sudah mempunyai tim impian untuk menunjang segala program kampanyenya, di mana tim itu berasal dari kelompok umur, gender, ataupun asal yang beragam.

Pernyataan Cau bahwa dia dipilih bukan karena status fisiknya dibenarkan Herve Fontanel, salah satu warga Tilloy-Lez-Marchiennes.

"Dia sudah tinggal di sini selama 20 tahun. Jadi kami tahu bagaimana dia bekerja. Jika dia mampu membangun ikatan, begitu juga dengan Tilloy!" jelasnya.

Tetangga Fontanel, Marie-Josee Godefroy, juga sependapat.

"Tentu kota kecil ini akan semakin sejahtera dan berbicara banyak," cetusnya.

Visibilitas trans Marie Cau dikenal karena nama tengah ketiganya, dengan 15 tahun sejak masa perubahannya, dia mengaku tidak mendapatkan diskriminasi.

"Ini aneh. Orang-orang tentu menjadi perhatian, meski ada beberapa kesalahan," jelasnya, seperti diberitakan AFP, Senin (25/5/2020).

Pasangannya sekaligus penasihat kota, Nathalie Leconte, menuturkan, Cau tidak takut untuk menceritakan seperti apa dirinya di hadapan orang-orang.

"Karena itu, saya terkejut dengan besarnya atensi yang diberikan media begitu dia memenangi pemilihan ini," jelas Leconte.

Cau menerangkan, dia merasa terkejut karena orang juga terkejut.

Dia menuturkan, situasinya akan segera normal karena dia dipilih sebagai hasil dari kampanyenya.

Meski begitu, dia mengakui dampak kemenangannya begitu besar.

Truk Terperosok ke Jurang Sedalam 10 Meter Saat Dikendarai Gadis Berusia 14 Tahun

Begini Skenario Ganjar untuk Penerapan New Normal di Jawa Tengah

Wilayah Banyumas Raya Diguyur Hujan Lebat Malam Nanti, Simak Prakiraan Cuaca Menurut BMKG Hari Ini

Kendaraan Dari Luar Kota Dilarang Melintasi Purwokerto

"Ini menunjukkan transgender bisa mempunyai kehidupan politik yang normal," jelasnya.

Menteri Persamaan Gender Perancis, Marlene Schiappa, mengucapkan selamat atas kemenangan Marie Cau sebagai Wali Kota Tilloy-Lez-Marchiennes.

Co-President SOS Homophobie, Veronique Godet, menyatakan, kemenangan Cau menjadi tolok ukur dalam histori trans maupun perpolitikan "Negeri Anggur".

"Kita bisa melihat sekarang banyak warga trans mulai menjalani emansipasi, dan menjabat di tempat di mana mereka sebelumnya tak dianggap," jelas Giovanna Rincon dari Acceptess-T. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marie Cau, Wali Kota Transgender Pertama di Perancis", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved