Berita Jateng

Jelang Lebaran, BLT Dana Desa Masyarakat Terdampak Corona di Jateng Tersalurkan 100 Persen

Jelang Lebaran, BLT Dana Desa Masyarakat Terdampak Corona di Jateng Tersalurkan 100 Persen

Istimewa
Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Jawa Tengah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Denny Septiviant. 

"Hingga saat ini tercatat sekitar 6,133 desa sudah menyalurkan BLT Desa dengan jumlah penerima sebanyak 870,685 KPM. Sehingga BLT Desa yang telah tersalurkan ke penerima berjumlah Rp522.411.000.000 (Rp522,4 miliar)."

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Menjelang lebaran, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak corona yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Jawa Tengah, telah rampung 100 persen.

Hal ini disampaikan Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Jawa Tengah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Denny Septiviant.

Ia mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, sebanyak 870,685 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jateng telah menerima penyaluran BLT Dana Desa.

"Hingga saat ini tercatat sekitar 6,133 desa sudah menyalurkan BLT Desa dengan jumlah penerima sebanyak 870,685 KPM."

"Sehingga BLT Desa yang telah tersalurkan ke penerima berjumlah Rp522.411.000.000 (Rp522,4 miliar)," ujar Denny dalam wawancara daring di Semarang Sabtu (23/5).

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Cerita Kakek Nenek Warga Pekalongan yang Tidak Dapat Bantuan dan Hidup Bareng Hewan Ternak

Jangan Berharap Berlebihan, Ganjar: Bantuan Pemerintah Tak akan Pernah Cukup Menyasar Semua

Kapolda Jatim Ancam Copot Kapolsek yang Tidur Saat Rapat Penanganan Virus Corona

Dia mengatakan, BLT Desa diberikan kepada masyarakat desa yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, ia memastikan penerima BLT Desa tidak terdata sebagai penerima bantuan program pemerintah lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan non-tunai (BPNT), Program Kartu Pra Kerja dan program bantuan pemerintah lainnya.

"BLT desa ini kan sumbernya dari dana desa. Selama ini dana desa tidak pernah digunakan untuk BLT."

"Tetapi karena banyak masyarakat desa yang terdampak secara ekonomi akibat merebaknya Covid-19 ini, maka sebagian dana desa direalokasi untuk BLT," terangnya.

Dia menerangkan, setiap KPM akan menerima BLT Desa sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan berturut-turut.

Sehingga total dana yang akan diperoleh setiap penerima BLT Desa sebesar Rp1,8 juta per tiga bulan. BLT Desa ini telah mulai dilakukan pencairan sejak bulan April lalu.

"Setiap desa jumlah penerima BLT-nya tentu berbeda-beda."

"Karena semakin besar jumlah total dana desa yang diperoleh setiap desa, maka anggaran yang digunakan untuk BLT Desa juga semakin besar."

"Karena setiap desa jumlah dana desanya berbeda-beda," ujarnya.

Denny melanjutkan, besaran anggaran BLT Desa dibedakan ke dalam tiga klasifikasi.

Diantaranya, desa dengan penerima dana desa di bawah Rp800 juta mengalokasikan BLT maksimal 25 persen dari total dana desa yang didapat.

Selanjutnya, desa yang memperoleh dana desa Rp800 juta–Rp1,2 miliar mengalokasikan maksimal 30 persen dari total dana desa yang didapat.

Terakhir, desa yang memperoleh dana desa di atas Rp1,2 Miliar mengalokasikan dana desa maksimal 35 persen dari total dana desa yang didapat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved