Berita Nasional

Pembelaan Luhut Terkait Kebijakan Pemerintah Menangani Covid-19 yang Dianggap Berubah-ubah

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan."

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).(Humas Kemenko Maritim dan Investasi) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kebijakan pemerintah yang saling tumpang tindih dan berubah-ubah disebut membingungkan masyarakat.

Misalnya saja kebijakan pelarangan mudik, namun membuka kembali moda transportasi untuk beroperasi.

Kedua kebijakan tersebut bertentangan dan disebut berubah-ubah.

Penjual Pentol di Ponpes Temboro Tak Bisa Jualan Karena Corona, Jual Blender Bekas Sambil Nangis

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Purwokerto Banyumas Ramadan Hari ke-28 Kamis 21 Mei 2020

Terungkap Oreo Supreme di Amerika Hanya Rp 45 Ribu Jauh Lebih Murah dari Harga di Indonesia

Jadwal Acara TV Hari Ini Kamis 21 Mei 2020 di Trans TV, GTV, RCTI, MNC TV, Trans 7, dan Net TV

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut dia, setiap kebijakan itu telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan."

"Karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan."

"Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Berdamai itu lanjut Luhut adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

Begitu pula dengan pola hidup masyarakat yang nenurutnya harus lebih bersih dan tetap sehat.

Luhut mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua.

“Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada."

UEFA Siapkan Format Baru Liga Champions, Digelar di Istanbul Turki

Kejutan Chelsea Saat Krisis Covid-19, Kontrak Dua Pemain Veteran Diperpanjang

Nasib Pemain Tira Persikabo Akibat Covid-19, Tunda Menikah Karena Tabungan Dipakai Kebutuhan Makan

Loncatan Besar Dunia Medis, Ciptakan Chimera Hasil Oplosan Manusia dengan Tikus

"Kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali,” ujarnya.

Mantan perwira tertinggi militer ini juga mengajak para rektor dari berbagai universitas untuk menyosialisasikan program pemerintah dalam menghadapi Covid-19 serta fokus pada berbagai strategi pemulihan perekonomian.

“Fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved