Berita Sains

Loncatan Besar Dunia Medis, Ciptakan Chimera Hasil Oplosan Manusia dengan Tikus

Chimera gabungan antara manusia dan tikus dengan jumlah sel manusia terbanyak sepanjang sejarah. Berikut penjelasan para peneliti.

Editor: deni setiawan
ULLSTEIN BILDGETTY IMAGES
Chimera gabungan tikus dengan stem cell manusia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Chimera gabungan antara manusia dan tikus dengan jumlah sel manusia terbanyak sepanjang sejarah.

Hasil ciptaan para ilmuwan di University of Buffalo dan Roswell Park Cancer Institute mengklaim telah berhasil dan menemukan beberapa fakta menarik.

Chimera adalah makhluk yang dibuat dari gabungan dua genetik berbeda.

Dalam kasus ini adalah sel tikus dan stem cell manusia.

Percobaan ini telah dimuat dalam jurnal Science Advances.

Dua Skenario Tahun Ajaran Baru Disiapkan, Mendikbud: Kami Merujuk Kajian Gugus Tugas Covid-19

Bila Kondisi Tidak Memungkinkan, Liga Italia Diakhiri Melalui Skenario Playoff dan Playout

Terungkap, Inilah Alasan Gubernur Ganjar Pranowo Canangkan Gerakan Jogo Tonggo di Jateng

Dibatasi Tirai Plastik, Pengumpulan Zakat Juga Tanpa Jabat Tangan di Masjid Al Huda Banyumas

Percobaan ini dimulai dari para ilmuwan menyuntikkan stem cell manusia pada embrio tikus yang tengah berkembang.

Jumlah ini tergolong sangat banyak, karena sel antara manusia dan hewan tidak selalu cocok ketika digabungkan.

Dari segi fisik, bentuk chimera tersebut masih seperti tikus pada umumnya.

“Sejauh ini belum ada yang bisa menghasilkan stem cell manusia dari embrio tikus."

"Percobaan ini memungkinkan seseorang membuat organ manusia pada hewan di kemudian hari,” tutur para peneliti seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan harus mengembalikan stem cell manusia dalam tahap naïve (baru dibentuk).

Untuk melakukan hal itu, mereka harus menghambat pertumbuhan protein dalam rentang waktu tiga jam.

Sehingga bisa “dirakit” kembali menjadi bentuk jaringan baru yang diinginkan.

Langkah selanjutnya, stem cell berusia muda ini disuntikkan ke dalam embrio tikus dan membiarkannya berkembang dalam waktu dua minggu.

Sel manusia ditemukan dalam hati, otak, mata, jantung, darah, dan tulang sumsum chimera tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved