Breaking News:

Liga Inggris

Kasus Virus Corona Belum Menurun Signifikan, Bek Tottenham Tak Setuju Liga Inggis Bergulir 1 Juni

Fullback Tottenham Hotspur yang kini tengah dipinjamkan ke Newcastle United, Danny Rose, angkat bicara terkait kompetisi Premier League Inggris.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Danny Rose menghalau bola yang coba diarahkan kepada Pierre-Emerick Aubameyang pada pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur dalam babak perempat final Piala Liga Inggris di Stadion Emirates, 19 Desember 2018. (AFP/BEN STANSALL) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Fullback Tottenham Hotspur yang kini tengah dipinjamkan ke Newcastle United, Danny Rose, angkat bicara terkait kompetisi Premier League Inggris yang kembali bergulir.

Dalam sebuah obrolan Instagram langsung dengan penyanyi - penulis lagu Inggris, Don-E, dikutip dari ESPN, Danny Rose mengatakan bahwa ia mengecam keras pemerintah Inggris yang mengizinkan aktivitas olahraga profesional kembali bergulir.

Danny Rose tidak setuju terhadap keputusan pemerintah yang memberikan izin untuk melanjutkan kompetisi Liga Inggris pada 1 Juni mendatang.

Menurutnya, situasi saat ini masih berbahaya dan belum aman mengingat belum adanya penurunan signifikan dalam kasus virus corona atau Covid-19.

Misteri Jasad Terkubur di Dalam Rumah Berhasil Diungkap Polisi, Tewas Berawal dari Kopi yang Dingin

Jebakan Tikus di Sawah Kabupaten Sragen Justru Tewaskan Enam Orang Petani

Kronologi Gadis 16 Tahun Dibunuh Keluarganya, Para Pelaku Juga Sempat Menyandera Tetangga

Pasien Corona di Purbalingga Terus Bertambah, Pemerintah Kabupaten Berlakukan Jam Malam

"Pemerintah mengatakan bahwa kami para pemain yang membawa kembali sepak bola akan meningkatkan moral bangsa," kata Danny Rose sebagaimana dikutip dari ESPN.

Bahkan fullback asal Inggris menegaskan, dirinya tidak peduli mengenai moral bangsa karena kesehatan masyarakat jauh lebih penting.

"Saya tidak peduli dengan moral bangsa. Kehidupan orang-orang dalam bahaya," ucap Rose.

"Sepak bola bahkan seharusnya tidak boleh dibicarakan terkait kapan harus kembali sampai jumlah kasus virus corona menurun secara drastis," tambahnya.

Kekhawatiran Danny Rose mengenai kembali kompetisi Premier League, kasta teratas Liga Inggris, sangat wajar. Sebab, Inggris menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi kedua di Eropa, setelah Rusia.

Hingga Selasa (12/5/2020) waktu Inggris, Pusat Sistem Sains dan Teknik Johns Hopkins University, Amerika Serikat, mencatat, terdapat 227.735 kasus corona di Inggris dengan angka kematian mencapai 32.765 kasus.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved