Berita Purbalingga

Pasien Corona di Purbalingga Terus Bertambah, Pemerintah Kabupaten Berlakukan Jam Malam

Jumlah Pasien Positif Corona di Kabupaten Purbalingga bertambah dalam kurun waktu dua hari ini.

TribunBanyumas.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menunjukkan gelang identitas yang akan disematkan kepada setiap orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di Purbalingga. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Jumlah Pasien Positif Corona di Kabupaten Purbalingga bertambah dalam kurun waktu dua hari ini. 

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan pasien positif Corona baru terdapat 3 orang. 

Kasus pasien positif tersebut merupakan pengembangan dari klaster Purbalingga Kulon. 

"Pasien pertama perempuan (26), kedua laki-laki (4), dan ketiga perempuan (56),"jelas Bupati akrab disapa Tiwi di siaran instagramnya,Selasa (12/5/2020).

Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu 13 Mei 2020 di Trans TV, RCTI, GTV, Trans 7, GTV, Net TV, hingga ANTV

Gelandang Juventus Miralem Pjanic Ngidam Gabung Barcelona, Tolak Tawaran Manchester United

Kapolsek Pelepat Ditusuk saat Razia Tambang Emas Ilegal di Jambi, 7 Polisi Turut Disandera

Kisah Kiky Saputri Masa Lampau; Jadi Guru Honorer Bergaji Rp 600 Ribu Hingga Gagal Nikah

Tiwi mengatakan ketiga orang tersebut merupakan keluarga dari pasien positif corona asal Purbalingga Kulon. 

Secara komulatif pasien positif corona berjumlah 46 orang. 

"Dari 46 kasus 10 orang dinyatakan sembuh."

 "Hari ini ada tiga orang di antaranya  yang dinyatakan sembuh berasal dari klaster Gowa," tuturnya. 

Menurutnya, dari 46 kasus tersebut 35 orang diantaranya masih dirawat di rumah sakit dan 1 pasien meninggal dunia. 

Sementara Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) di Purbalingga secara komulatif sebanyak 195 orang, dengan rincian PDP positif 46 orang, PDP negatif 98 orang, PDP yang masih dirawat 37 orang, PDP meninggal dunia 14 orang.

"Hari ini  terdapat tambahan satu PDP yang meninggal dunia  perempuan usia 51 tahun berasal dari Kecamatan Karangreja."

"Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat mobilisasi ke luar kota, namun mengalami sesak nafas, batuk berdahak dan masuk rumah sakit pada bulan April,"terangnya. 

PDP yang meninggal dunia,kata dia,  belum sempat dilakukan swab atau rapid test. 

Meski begitu Dinas Kesehatan melakukan rapid test pada keluarganya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved