Teror Virus Corona
Enggan Isolasi Mandiri, Puluhan OTG Corona Dijemput Paksa DKK Salatiga
Warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga diketahui tidak mentaati protokol kesehatan virus corona (Covid-19).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga diketahui tidak mentaati protokol kesehatan virus corona (Covid-19).
Karena enggan melakukan isolasi mandiri, para OTG sekira 21 orang tersebut dilakukan karantina paksa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, akibatnya jumlah OTG tidak menurun dan lebih parahnya setelah dilakukan tes.
Karena sebagian di antara mereka justru reaktif virus corona.
• Mengembirakan Hari Ini, Kasus Positif Virus Corona di Jateng Mulai Berkurang
• Cuma Diberi Rp 200 Ribu Tiap Warga, BLT Dana Desa di Purbasari Purbalingga, Begini Alasan Kades
• PSBB Kota Tegal Bakal Dilonggarkan Jelang Lebaran, Tapi Wajib Patuhi Aturan Ini
• Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya
“Karena kejadian itu juga, kami sempat dikomplain Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit."
"Hanya saja, setelah dilakukan klarifikasi yang bersangkutan dapat memahami persoalan sebenarnya,” terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (11/5/2020).
Menurut Zuraidah, Kampung Blondo Celong, Gunungsari, dan Druju masuk wilayah Kecamatan Tingkir terbilang jumlah OTG Covid-19 cukup tinggi berdasarkan hasil tracking.
Singkatnya, lanjut dia, ada seorang warga diminta ikut rapid test di Puskesmas Sidorejo mengendari motor.
Bukan karena DKK Salatiga tidak ada ambulans, tetapi jumlahnya terbatas yang siap beroperasi sesuai protokol kesehatan.
Ia menambahkan, atas alasan tersebut seorang warga itu disarankan mengendari motor.
Selebihnya dijemput menggunakan ambulans.
Dia mengakui jumlah tenaga medis sangat terbatas ditambah OTG yang sulit diedukasi membuat beban konsentrasi petugas kesehatan banyak terbagi.
“Karena itu tadi kami putuskan mereka yang tidak taat langsung dikarantina di Rumah Singgah Sehat (RSS)."
"Kami berharap adanya peristiwa ini semua patuh dan ikut mengingatkan warga terlebih sudah ada perintah jogo tonggo dari Pemprov Jateng,” katanya.
Dikatakannya, sampai sejauh ini DKK Salatiga telah melakukan rapid test kepada OTG baik dari masyarakat umum maupun tenaga kesehatan sekira 500 orang.