Teror Virus Corona
Dua Hari Tiga PDP Meninggal di Kabupaten Semarang, Alek: Positif Corona Ada 11 Pasien
Tiga pasien berstatus PDP di Kabupaten Semarang meninggal dalam dua hari terakhir, sehingga kini total ada enam pasien yang meninggal.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tiga pasien berstatus PDP di Kabupaten Semarang meninggal dalam dua hari terakhir.
Hal itu menambah kasus virus corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang.
Alexander Gunawan, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, menguraikan, dua di antara PDP itu meninggal pada Minggu (26/4/2020).
Sedangkan yang satunya meninggal pada Senin (27/4/2020) pagi.
• Begini Kondisi Terminal Purwokerto, Intensitas Bus Turun Drastis Akibat Larangan Mudik
• Hari Pertama PKM Semarang, Ada Pengendara Motor Bersuhu 38 Derajat Celcius, Pemudik Asal Jakarta
• Awas Produk Pangan Kadaluarsa di Banyumas, Sehari Saja Loka POM Temukan 200 Item
• Halau Pemudik, GT Kalikangkung Semarang Mulai Dijaga Petugas Gabungan
Ketiganya dirawat di rumah sakit yang berbeda.
"Untuk pasien pertama warga Ungaran Barat berusia 65 tahun, meninggal di RS Telogorejo Kota Semarang, Minggu (26/4/2020)," jelasnya.
Kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2020), pasien itu dimakamkan di TPU di Mapagan Ungaran Barat.
Sementara pasien kedua yang meninggal berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun beralamat di Cibitung Bekasi.
Yang bersangkutan meninggal Minggu (26/4/2020) pukul 16.00 di RSUD Ambarawa.
"Namun karena kakaknya yang bersangkutan berdomisili di Sumowono, jenazah dimakamkan di TPU Sumowono Kabupaten Semarang," ungkapnya.
Sementara pada Senin (27/4/2020), PDP yang meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki berusia 62 tahun, warga Ungaran Barat.
Yang bersangkutan meninggal di RSPAW Salatiga.
"Adapun pemakaman dilakukan di TPU desa setempat," katanya.
Menurutnya dengan ketiga pasien berstatus PDP corona yang meninggal itu, membuat saat ini kasus PDP di Kabupaten Semarang meninggal ada 6 kasus.
Sementara saat ini masih ada 6 PDP corona yang dirawat.