PKM Semarang
Hari Pertama PKM Semarang, Ada Pengendara Motor Bersuhu 38 Derajat Celcius, Pemudik Asal Jakarta
Saat petugas gabungan menggelar check point serta sosialisasi pelaksanaan PKM di Kota Semarang, masih dijumpai pula warga tidak menggunakan masker.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), petugas Pos Pantau Kampung Kali menghentikan kendaraan berplat nomor luar kota.
Saat dilakukan pengecekan, satu pengendara mengaku dari Jakarta dan baru tiba di Semarang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Senin (27/4/2020).
"Saat kami cek suhu tubuhnya menggunakan thermogun, ternyata mencapai 38 derajat Celcius."
"Saat ini orang tersebut ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang," papar Fajar.
• Halau Pemudik, GT Kalikangkung Semarang Mulai Dijaga Petugas Gabungan
• Awas Produk Pangan Kadaluarsa di Banyumas, Sehari Saja Loka POM Temukan 200 Item
• Fisik Sudah Rampung, Rumah Sakit Darurat di Kendal Juga Bisa Tampung ODP Lansia
• Juli Diyakini Pandemi Virus Corona Berakhir di Indonesia, Tapi Syaratnya Kompak Lakukan Ini
Lebih lanjut, Fajar mengatakan, saat petugas gabungan menggelar check point serta sosialisasi pelaksanaan PKM di Kota Semarang, masih dijumpai pula warga tidak menggunakan masker.
"Dari pengecekkan hari pertama PKM, masih kami dapati masyarakat yang tidak menggunakan masker."
"Tetapi secara keseluruhan 97 persen pengendara, baik mobil atau sepeda motor telah mengenakan masker," ujar Fajar kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2020).
Fajar menandaskan, pengendara yang tidak mengenakan masker langsung diberi teguran secara lisan.
Dia berharap, masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 selama masa PKM Kota Semarang.
"Kunci keberhasilan dalam menekan penyebaran Covid-19 ini adalah kedisiplinan warga."
"Kami berpesan jaga kesehatan, selalu gunakan masker ke manapun pergi, dan selalu jaga jarak."
"Yang terpenting pula patuhi aturan pemerintah," pintanya.
Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya membatasi kapasitas kendaraan sebanyak 50 persen.
Pengecekan suhu tubuh pengendara juga dilakukan.