Berita Semarang
Patroli Malam Sisir Jalanan Selama Ramadan, Tim Alap-alap Polsek Tembalang Bubarkan Warga Nongkrong
Tim Alap-alap Polsek Tembalang rutinkan patroli malam untuk menekan aksi kriminalitas selama Ramadan.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tim Alap-alap Polsek Tembalang rutinkan patroli malam untuk menekan aksi kriminalitas selama Ramadan.
Sebagai contoh operasi tersebut dipimpin langsung oleh Panit 2 Reskrim Polsek Tembalang, Ipda Endro Soegijarto.
Tim menyisir beberapa wilayah di Kecamatan Tembalang Kota Semarang mulai Sabtu (25/4/2020) pukul 22.00 hingga Minggu (26/4/2020) dini hari.
Hasilnya, ketika mereka menyisir wilayah Kedungmundu, melintas di SPBU Ketileng, tim Alap-alap melihat gerombolan belasan pemuda yang asyik nongkrong.
• Perintah Raja Salman, Arab Saudi Mulai Perlonggar Aturan Jam Malam
• Ria Ricis Bentuk Fun Group Layaknya Project Pop, Rilis Album Assalamualaikum Temen-temen
• Istri dan Cucu Pasien Klaster Berkoh Dinyatakan Positif Corona, Total Kini Ada 35 Orang di Banyumas
• Petugas Satlantas Polres Purbalingga Ikut Kejar Pelaku Pencuri Kamera, Tertangkap di Manduraga
Ketika tim Alap-alap datang menghampiri, belasan pemuda berusaha kabur melarikan diri.
Kendati demikian tujuh pemuda berhasil diamankan beserta empat kendaraan roda dua.
Setelah diperiksa ternyata ada satu unit motor yakni Verza 125 warna hitam bernopol H 6406 ADD tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.
"Kami bawa motor tersebut ke kantor Polsek Tembalang."
"Selanjutnya jika pemuda tersebut merasa pemilik sah kendaraan bisa datang ke kantor dengan membawa surat-suratnya," terang Ipda Endro kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (26/4/2020).
Tidak hanya rutin patroli untuk mencegah aksi kriminalitas, Tim Alap-alap juga melaksanakan tugas khusus Kapolsek Tembalang Kompol Mas'ud.
Yakni melaksanakan operasi Aman Nusa II sesuai perintah dari Kapolrestabes Semarang.
Operasi berupa agar Polri untuk terus menerus dan berkelanjutan melaksanakan operasi imbauan dan pembubaran apabila ditemui adanya kerumunan.
Ataupun gerombolan hingga bentuk kegiatan pengerahan massa.
"Sebab hal tersebut sangat bertentangan dengan tujuan pemerintah untuk bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona," papar Ipda Endro.
Maka ketika bertemu dengan kerumunan atau para anak muda yang sedang nonkrong, mereka diberikan arahan dan pembinaan.