Teror Virus Corona
Reaktif Rapid Test Klaster Gowa Asal Banjarnegara Menjadi 33 Orang, Hari Ini Tambah Dua
Dua warga Kabupaten Banjarnegara dari klaster Ijtima Ulama Dunia di Gowa kembali dilaporkan reaktif dari hasil rapid test.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dua warga Kabupaten Banjarnegara dari klaster Ijtima Ulama Dunia di Gowa kembali dilaporkan reaktif dari hasil rapid test.
Keduanya berasal dari Kecamatan Mandiraja dan Batur.
Dengan demikian, total warga Banjarnegara yang reaktif dari hasil rapid test dari klaster Gowa sebanyak 33 orang.
• Kenang Rektor UKSW Salatiga: Arief Budiman Adalah Tokoh Intelektual Apa Adanya
• Terancam Hukuman Mati, Dua Napi Pengendali Narkoba di Jateng, Asal Lapas Tanjung Pinang Kepri
• Satu Pendaftar Kartu Prakerja Purbalingga Sudah Dikonfirmasi Kemenaker
• Oktober Diprediksi PDP Jateng Capai 6.000 Orang, Dinkes: Berkurang Bila Bersama Disiplin
Budhi berkata, masih ada alumni peserta Ijtima Gowa yang belum dilakukan rapid test alias masih berkeliaran.
Sehingga ia meminta kesadaran mereka untuk melapor atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
Adapun total pasien reaktif dari hasil rapid test sejumlah 40 orang.
Pihaknya masih menunggu hasil uji swab untuk mendapatkan diagnosis pasti terkait kesehatan mereka.
Selain tambahan 2 kasus positif rapid test, Budhi mengungkapkan, seorang PDP asal Kecamatan Mandiraja yang reaktif rapid test dinyatakan negatif dari hasil uji swab.
"Sudah dipulangkan dari rumah singgah, tetapi kami minta isolasi mandiri 14 hari," katanya.
Selain itu, seorang PDP asal Sukabumi yang berprofesi sebagai pemandu lagu di Banjarnegara, RA (22) telah meninggal di RSUD Hj Anna Lasmanah, Rabu (22/4/2020).
RA meninggal setelah sempat menerima tamu di tempat kerjanya di sebuah tempat karaoke di Banjarnegara.
Pemulasaran jenazah pasien itu pun dilakukan sesuai prosedur pemakaman Covid-19.
Budhi mengatakan, pihaknya telah menyemprot disinfektan tempat karaoke agar steril dari kuman yang menempel.
Ia pun telah memerintahkan jajarannya menutup total tempat hiburan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Pihaknya juga sudah mendata orang-orang yang sempat kontak dengan pasien meninggal.