Selasa, 14 April 2026

Berita Jawa Tengah

Sekda Jateng: Kalau Sudah Terima Bantuan dari Pusat, Jangan Bengok Minta Lagi

Pemprov Jateng saat ini disibukkan untuk mencocokkan data penerima bantuan sosial terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKHTUR GUMILANG
Warga Jalan Tejosari Raya, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang mengantre untuk memperoleh bantuan melalui program ATM Beras yang diinisiasi pengurus Masjid Ash Shoffat, Senin (20/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng saat ini disibukkan untuk mencocokkan data penerima bantuan sosial terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Pj Sekda Jawa Tengah, Herru Setiadhie menuturkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah menginstruksikan harus ada koordinasi dan sinergi dalam kaitannya sinkronisasi data.

"Harus ada kecocokan agar jangan ada data tidak valid."

Salatiga Tambah Tiga Pasien Positif Corona, Tertular Seusai Keluarganya Pulang dari Bali

Pasien Positif Corona Kembali Dinyatakan Sembuh, Warga Padamara Purbalingga

Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000

"Semua kabupaten/kota telah menjanjikan dan meyakinkan by name dan by address hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima."

"Dan tidak ada satupun yang menyebutkan kesulitan," kata Herru kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2020).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh Sekda di Jawa Tengah melalui video conference dalam rangka sinkronisasi data bansos.

Menurutnya, jika nama, alamat, dan NIK sudah terdeteksi, artinya warga terdampak menerima satu kesempatan dan mengurangi risiko duplikasi atau dobel.

Penerima manfaat merupakan warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejehateraan Sosial (DTKS) dan penerima baru yang terdampak wabah Covid-19.

Namun, satu orang bisa menerima dobel bantuan yakni dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (dahulu: Bantuan Pangan Nontunai/BPNT).

Pasalnya, penerima PKH merupakan masyarakat lapis terbawah dengan ekonomi belum sejahtera, memiliki anak yang membutuhkan pendidikan, ibu hamil, atau difabel.

Untuk memberikan stimulan terhadap masyarakat dengan golongan itu, pemerintah pun memberikan bantuan Sembako.

"Jika ada warga yang mendapatkan dua bantuan ini, jangan langsung menyebut itu duplikasi."

"Karena memang seperti itu, ada stimulan berupa sembako," jelasnya.

320 Peserta Itjima Ulama Gowa Asal Banyumas Selesai Rapid Test, Hasilnya 40 Orang Dikarantina

Isolasi Pemudik, RS Darurat Covid-19 Kabupaten Kendal Sudah Siap Digunakan

Simak Aturan Lengkap PSBB Kota Tegal, Berlaku Mulai Kamis Pekan Ini

Kemudian, pria yang juga menjabat Asisten Administrasi Setda Jateng ini juga menegaskan bantuan memiliki nilai sama.

Karena itu, warga diminta jangan membanding-bandingkan antara bantuan yang diterima.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved