Berita Banjarnegara
Kisah Heroik Gus Khayat, Taklukkan Penderita Gangguan Jiwa, Diajak Berobat ke RSI Banjarnegara
Baru-baru ini Gus Khayat menerima laporan seorang warga Kecamatan Madukara yang mengamuk karena gangguan jiwa. Simak ceritanya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Nama KH Khayatul Makky atau akrab disapa Gus Khayat, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Alif Baa, sudah tak asing bagi masyarakat Banjarnegara.
Saat ramai penolakan jenazah pasien Covid-19 di Banyumas, ia secara sukarela menawarkan lahannya untuk makam jenazah kasus virus corona.
Kini aksi kiai itu kembali mencuri perhatian publik.
Bukan hanya sibuk mengurus santri di pesantren, kiai nyentrik itu pun kerapkali melakukan aksi sosial di luar.
• Tulis Komentar Tak Pantas di Medsos, Pemuda Jalan Tarupolo Semarang Dijemput Polisi
• Sekda Jateng: Kalau Sudah Terima Bantuan dari Pusat, Jangan Bengok Minta Lagi
• Salatiga Tambah Tiga Pasien Positif Corona, Tertular Seusai Keluarganya Pulang dari Bali
Baru-baru ini ia menerima laporan seorang warga Kecamatan Madukara yang mengamuk karena gangguan jiwa.
Beberapa barang di rumah sampai rusak.
Keluarga pun ketakutan.
Ia pun berinisiatif menjemputnya agar mendapatkan penanganan medis.
"Yang seperti ini harus mendapat penanganan semestinya," kata Gus Khayat kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2020).
Bersama seorang karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Gus Khayat berangkat dari pondoknya menuju rumah penderita gangguan jiwa di Madukara.
Khayat memacu cepat kendaraan pribadinya karena pasien butuh penanganan segera.
Ia harus menaklukkan jalan sempit menuju rumah pasien yang cukup sulit dijangkau.
Sepanjang perjalanan menuju rumah pasien, Gus Khayat tak banyak bicara.
Hanya sesekali doa dan wirid dari bibirnya terdengar lirih.
Ia berucap punya doa khusus untuk menenangkan penderita gangguan jiwa.
Adapun yang dia baca adalah doa ketika Nabi Yunus berada di perut ikan paus, serta ayat kursi.
• The Safin Hotel Pati Dialihfungsikan Jadi Tempat Karantina ODP
• Pasien Positif Corona Kembali Dinyatakan Sembuh, Warga Padamara Purbalingga
• Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000
"Ya doanya itu, Insya Allah luluh," ujarnya.
Ketika sampai di rumah penderita, Gus Khayat sejenak diam.
Ia tampak berkonsentrasi.
Kalimat Basmalah terdengar agak keras keluar dari mulutnya.
Benar saja, penderita yang sebelumnya mengamuk dan meracau itu mudah dievakuasi ke dalam mobil yang ia kendarai sendiri.
Ia membawanya ke RSI Banjarnegara untuk mendapat penanganan medis.
Menariknya, sepanjang perjalanan, penderita yang sebelumnya mengamuk itu justru tenang.
Bahkan tertidur pulas di dalam mobil yang dikendarai Gus Khayat.
"Saya punyanya doa. Kalau obat kan dokter yang punya."
"Jadi, saya memaksimalkan doa yang saya punya. Selanjutnya, untuk ditangani secara medis," kata Gus Khayat.
• Tiap Hari 1 Kilogram, Ada ATM Beras di Masjid Ash Shoffat Semarang, Bantu Warga Terdampak Corona
• Simak Aturan Lengkap PSBB Kota Tegal, Berlaku Mulai Kamis Pekan Ini
• Isolasi Pemudik, RS Darurat Covid-19 Kabupaten Kendal Sudah Siap Digunakan
Menurun dari Orangtua Gus Khayat
Urusan ODGJ bagi Gus Khayat sebenarnya bukan hal baru.
Dia sudah lama melakukan aksi sosial yang berurusan dengan ODGJ.
Kepeduliannya terhadap ODGJ ternyata menurun dari orangtuanya, KH Mohammad Hasan, pendiri Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.
Menurut Gus Khayat, KH Mohammad Hasan pernah merawat hingga ratusan ODGJ semasa hidupnya.
Bahkan, menurut dia, saking pedulinya terhadap ODGJ, ponpes milik orangtuanya itu dinamakan Tanbihul Ghofiliin.
Dalam bahasa Indonesia, Tanbihul Ghofilin berarti mengingatkan yang lupa.
"Bahwa hakikatnya orang gangguan jiwa adalah orang yang sudah lupa."
"Makanya perlu diingatkan kembali," katanya.
Gus Khayat bersama beberapa koleganya dalam waktu dekat ini juga berencana membangun sebuah panti rehabilitasi untuk gangguan jiwa dan psikotropika.
Lokasinya berada di sekitar ponpes miliknya di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.
Panti itu akan bekerja sama pula dengan RSI Banjarnegara.
Dihubungi terpisah, Direktur RSI Banjarnegara, dr Agus Ujianto mengapresiasi niat Gus Khayat untuk mendirikan panti rehabitasi.
Pihaknya pun berkomitmen akan membantu seoptimal mungkin.
"Kami sudah ada poli jiwa rawat jalannya. Sebentar lagi ada bangsal jiwa."
"Nah jika ada panti rehabilitasinya di Ponpes Alif Baa, harapan kami, ini menjadi jalan menolong secara paripurna," katanya. (Khoirul Muzakki)
• 320 Peserta Itjima Ulama Gowa Asal Banyumas Selesai Rapid Test, Hasilnya 40 Orang Dikarantina
• Viral Tenaga Medis di Banjarnegara Parodikan Kera Sakti di RS, Ternyata ada Pesan Terkait Corona
• Kenali Jenis Batuk, Mana yang Biasa dan Gejala Virus Corona