Berita Banjarnegara
Kisah Heroik Gus Khayat, Taklukkan Penderita Gangguan Jiwa, Diajak Berobat ke RSI Banjarnegara
Baru-baru ini Gus Khayat menerima laporan seorang warga Kecamatan Madukara yang mengamuk karena gangguan jiwa. Simak ceritanya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Adapun yang dia baca adalah doa ketika Nabi Yunus berada di perut ikan paus, serta ayat kursi.
• The Safin Hotel Pati Dialihfungsikan Jadi Tempat Karantina ODP
• Pasien Positif Corona Kembali Dinyatakan Sembuh, Warga Padamara Purbalingga
• Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000
"Ya doanya itu, Insya Allah luluh," ujarnya.
Ketika sampai di rumah penderita, Gus Khayat sejenak diam.
Ia tampak berkonsentrasi.
Kalimat Basmalah terdengar agak keras keluar dari mulutnya.
Benar saja, penderita yang sebelumnya mengamuk dan meracau itu mudah dievakuasi ke dalam mobil yang ia kendarai sendiri.
Ia membawanya ke RSI Banjarnegara untuk mendapat penanganan medis.
Menariknya, sepanjang perjalanan, penderita yang sebelumnya mengamuk itu justru tenang.
Bahkan tertidur pulas di dalam mobil yang dikendarai Gus Khayat.
"Saya punyanya doa. Kalau obat kan dokter yang punya."
"Jadi, saya memaksimalkan doa yang saya punya. Selanjutnya, untuk ditangani secara medis," kata Gus Khayat.
• Tiap Hari 1 Kilogram, Ada ATM Beras di Masjid Ash Shoffat Semarang, Bantu Warga Terdampak Corona
• Simak Aturan Lengkap PSBB Kota Tegal, Berlaku Mulai Kamis Pekan Ini
• Isolasi Pemudik, RS Darurat Covid-19 Kabupaten Kendal Sudah Siap Digunakan
Menurun dari Orangtua Gus Khayat
Urusan ODGJ bagi Gus Khayat sebenarnya bukan hal baru.
Dia sudah lama melakukan aksi sosial yang berurusan dengan ODGJ.
Kepeduliannya terhadap ODGJ ternyata menurun dari orangtuanya, KH Mohammad Hasan, pendiri Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.