Berita Kesehatan
Membongkar Mitos dan Fakta Mastrubasi, Benarkah Menyehatkan?
Membongkar Mitos dan Fakta Mastrubasi, Benarkah Menyehatkan? masturbasi selama ini dianggap aman sebagai pelepas syahwat, tapi ada efek sampingnya
Studi terkait masturbasi dan kanker prostat menunjukkan hasil yang kontradiktif.
Riset pada 2003 menyebut, pria yang ejakulasi lebih dari lima kali seminggu saat berusia 20 tahunan, 1/3 kali lebih jarang menderita kanker prostat.
Peneliti tersebut berspekulasi, penurunan risiko kanker prostat terkait dengan efek ejakulasi yang dapat mencegah penumpukan zat penyebab kanker di kelenjar prostat.
Riset sejenis pada 2016 juga membuktikan, pria yang ejakulasi minimal 21 kali per bulan risikonya mengalami kanker prostat rendah.
Namun, penelitian pada 2008 membuktikan, aktivitas seksual yang terlalu sering pada pria berusia 20-an dan 30-an justru meningkatkan risiko kanker prostat.
5. Mengganggu kehidupan sehari-hari
Beberapa orang yang melakukan masturbasi secara berlebihan dapat menganggu kehidupan sehari-hari.
Akibat masturbasi, beberapa orang bahkan sampai kehilangan pekerjaan, sekolah, atau kehidupan sosialnya terganggu.
Orang yang mulai merasakan dampak buruk masturbasi baiknya segera berkonsultasi pada tenaga profesional kesehatan.
Berkonsultasi pada terapis seks juga dapat membantu mengatasi masturbasi yang berlebihan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Membongkar Mitos Kesehatan Masturbasi
• Penis Anda Termasuk Ukuran Normal? Begini Cara Mengeceknya
• Anda Sulit Tidur? Ini Teknik Tidur Lelap dalam Waktu 10 Detik dan 60 Detik, Biasa Dipakai Militer
• Berikut Tujuh Titik Sensitif Pada Wanita yang Mampu Meningkatkan Gairah Seks Suami Istri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-mastrubasi.jpg)