Berita Cilacap
Tabrak Pohon Mahoni Remaja Gumilir Cilacap Meregang Nyawa, Ban Motor Sampai Lepas dari Velgnya
seorang remaja asal gumilir, cilacap utara, RE (18), tewas setelah alami kecelakaan tunggal, sepeda motor maticnya tabral pohon mahoni hingga hancur
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: yayan isro roziki
Bagian depan motornya remuk. Ban depan motor pun terpisah dar velgnya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Seorang laki-laki berinisial RE (18) warga Gumilir, Cilacap Utara, menjadi korban kecelakaan tunggal di Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kamis, (16/4/2020).
Motor matic yang dikendarainya menghantam pohon mahoni.
Bagian depan motornya remuk. Ban depan motor pun terpisah dar velgnya.
Menurut sumber TribunBanyumas.com tidak mau disebutkan identitasnya, kecelakaan terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Korban langsung meninggal di tempat kejadian.
Saar kini, menurut sumber TribunBanyumas.com, jenazah korban diambuil pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.
• Pemain Muda Barcelona Riqui Puig, Calon Penerus Xavi Hernandez - Sergio Busquets Diincar Klub Eropa
• Video 19 Napi Provokator Rusuh Lapas Manado Dipindah ke Nusakambangan
• Gara-gara Kuli Bangunan Berbohong, 20 Pegawai RSUD Grobogan Harus Dua Kali Rapis Test Corona
• Simak, Berikut Dispensasi Urus Perpanjangan SIM, STNK dan Pajak Tahunan Selama Darurat Virus Corona
Sementara itu terkatit detail kejadian ini, Kasatlantas Polres Cilacap AKP Fandy Setiawan belum menjawab pertanyaan dari Tribunbanyumas.com.
"Wait, ya," jawab Fandy melalui WhatsApp saat dimintai keterangan TribunBanyumas.com.
Namun, sampai berita ini ditulis TribunBanyumas.com masih belum mendapat jawaban keterangan terkait kejadian kecelakaan tunggal di Adipala tersebut. (yun).
• 19 Napi Manado Pindah ke Super Maximum Security Nusakambangan, Buntut Kerusuhan di Lapas Tuminting
• Video Pasien Positif Corona di Cilacap Bertambah 4 Orang
• Kisah 3 Pasien Sembuh dari Virus Corona di Purbalingga, Dijamu Bupati - Dandim Sebelum Dipulangkan
• Ganjar Kaget 46 Tenaga Medis RSUP Kariadi Postif Virus Corona: Lho Kok Banyak Amat Jumlahnya