Sabtu, 25 April 2026

Liga Champions

Kiper Liverpool Diancam akan Dibunuh Usai Laga

Usai final Liga Champions tahun 2017-2018 menjadi malam yang mencekam bagi penjaga gawang Liverpool, Loris Karius.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Kiper Liverpool, Loris Karius, tampak kecewa setelah gawangnya kemasukan oleh gol pemain sayap Real Madrid, Gareth Bale, pada laga final Liga Champions di Kiev, 26 Mei 2018. (AFP/SERGEI SUPINSKY) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Usai final Liga Champions tahun 2017-2018 menjadi malam yang mencekam bagi penjaga gawang Liverpool, Loris Karius.

Kiper Liverpool yang sedang dipinjamkan ke Besiktas, itu mengaku menerima ancaman pembunuhan seusai ia melakukan blunder pada laga final Liga Champions.

Dibalik Viral Video Pengangkat Peti Jenazah Bergoyang, Ternyata Menjadi Solusi Pengangguran di Ghana

Jelang Puasa Ramadan saat Wabah Corona, Pemkab Tegal Serahkan Kebijakan Tarawih ke Ormas

Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Purwokerto Positif Corona, Total ada 38 Peserta dari Banyumas

Dampak Virus Corona, Pembangunan Stadion Jatidiri Semarang Akan Semakin Molor

Partai final Liga Champions musim 2017-2018 menjadi mimpi buruk bagi Loris Karius.

Karius melakukan dua kesalahan yang berujung dua gol Real Madrid pada pertandingan final menghadapi Real Madrid yang digelar di Stadion Olimpiyskiy, Kiev, tersebut.

Liverpool pun akhirnya kalah 1-3 dari Real Madrid.

Seusai pertandingan tersebut, Karius pun menjadi sorotan akibat dua blunder yang ia lakukan.

Tak hanya itu saja, pemain asal Jerman itu bahkan mengaku menerima ancaman pembunuhan setelah pertandingan final Liga Champions.

"Ya, ancaman (pembunuhan) itu benar-benar ada, tetapi saya tidak menanggapinya secara serius," ungkap Karius seperti dikutip dari ESPN.

"Mereka yang mengirimkan ancaman itu adalah orang-orang tidak dikenal dan tidak memperlihatkan wajah mereka," imbuh dia.

"Saya yakin orang-orang seperti itu tidak akan berkata apa-apa jika bertemu saya," tegas Karius.

Karius tak mengelak bahwa blunder yang ia lakukan pada pertandingan final Liga Champions membuatnya menjadi bahan olok-olok banyak orang.

Namun, eks kiper VfB Stuttgart itu mengaku bisa tegar menghadapinya.

Karius juga tidak ingin menjadikan cedera gegar otak yang ia mengaku alami pada pertandingan tersebut sebagai alasan untuk membalas ejekan orang.

Ganjar Kaget 46 Tenaga Medis RSUP Kariadi Postif Virus Corona: Lho Kok Banyak Amat Jumlahnya

Banjarnegara Zona Merah Virus Corona, Bupati Keluarkan Maklumat, Berikut Isinya

Napi Mengaku Harus Membayar Rp 5 Juta Agar Bisa Bebas Lewat Program Asimilasi saat Pandemi Corona

4 Penjelasan Peneliti Kenapa Merokok Vape Meningkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

"Saya seharusnya bisa bersikap lebih agresif tentang masalah ini, khususnya ketika berada di depan umum," ujar Karius.

"Saya akan merasa senang jika mereka tahu bahwa saya mengalamai cedera (gegar otak) selama pertandingan."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved