Breaking News:

Berita Nasional

Guguran Awan Panas Gunung Semeru Hingga 2.000 Meter, Lama Gempa 300 Detik

Gunung Semeru setinggi 3.676 Mdpl itu mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Besuk Bang, sekira pukul 06.08.

Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI TNBTS
Kondisi Gunung Semeru, Kabupaten Malang yang terlihat mengeluarkan awan panas guguran, Jumat (17/4/2020) pagi. 

Gempa letusan rata-rata terekam 25 kejadian per hari, gempa hembusan 19 kejadian per hari dan gempa guguran sebanyak 6 kejadian per hari.

Jumlah gempa guguran meningkat sejak 5 April 2020, sementara gempa letusan meningkat sejak 8 April 2020.

Kristyanto mengatakan, potensi bahaya yang ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas vulkanik itu berupa terjadinya letusan abu.

Lalu guguran material pijar di sekitar kawah dalam radius 1 kilometer dari pusat erupsi, serta awan panas guguran sejauh 4 kilometer di sekitar lereng tenggara dan selatan.

Teriman Bantuan APD, RSI Banjarnegara Masih Butuhkan Rapid Test, Direktur: Untuk Skrining Awal

Pasien Corona Purbalingga Hafalkan Al Quran Selama di Ruang Isolasi, Saat Sembuh Khatam 30 Juz

Kisah 3 Pasien Sembuh dari Virus Corona di Purbalingga, Dijamu Bupati - Dandim Sebelum Dipulangkan

“Untuk saat ini, potensi bahaya erupsi Gunung Semeru berupa terjadinya letusan abu, guguran material pijar, dan awan panas guguran."

"Itu ke arah Besuk Bang, Besuk Kobokan, dan Besuk Kembar. Serta terjadinya bahaya sekunder berupa banjir lahar,” ujar dia.

Meski begitu, status Gunung Semeru masih sama, yakni berada di level 2 waspada.

Kabid Penanggulangan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya.

“Sekadar memberikan peringatan kepada warga suaya tetap tenang,” kata dia..

Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat meminta petugas di seksi PTN IV Pronojiwo agar proaktif memantau perkembangan Gunung Semeru untuk meminimalisir potensi bahaya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved