Berita Kesehatan

Jangan Lupakan DBD di Musim Pancaroba, DKK Salatiga: 4 Bulan Ada 30 Kasus Positif

Sekira 30 orang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Sekira 30 orang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah Dengue ( DBD) di Kota Salatiga.

Dari puluhan penderita DBD itu sebagian adalah anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, kasus DBD di Kota Hati Beriman itu periode Januari hingga April 2020.

"Warga dengan kasus DBD terkonfirmasi itu tidak hanya menjangkiti orang dewasa, tetapi juga anak-anak," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (14/4/2020).

Belajar dari Rumah Kemendikbud - Jadwal TVRI Tayang Rabu 15 April

Perawat Ditampar Satpam di Semarang, Budi: Saat itu Bingung, Anak Saya Sedang Sakit

Cegah Virus Corona di Ponpes Alif Baa Banjarnegara, Begini Perlakuan Gus Khayat Terhadap Santrinya

PNS Puskesmas Purwonegoro Dimakamkan di Purbalingga

Menurut Zuraidah, kasus DBD di Kota Salatiga tersebar pada 12 kelurahan dengan rata-rata setiap kelurahan terdapat 1 kasus terkonfirmasi positif DBD.

Ia menambahkan, belasan kelurahan yang menjadi titik epidemiologi DBD.

Seperti Kelurahan Blotongan, Sidorejo Lor, Salatiga, Pulutan, Sidorejo Kidul, Tingkir Lor, Tingkir Tengah, Kutowinangun, Ledok, Tegalrejo, Dukuh, dan Mangunsari.

"Karena itu kami meminta waspada masyarakat terhadap Covid- 19 jangan sampai melupakan kewaspadaan DBD di sekitar lingkungannya," katanya.

Dikatakannya, penyakit DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dimana pada musim perahilan dari penghujan ke kemarau berkembang biak.

Kepada masyarakat dihimbau untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN) dengan cara mengubur barang bekas tidak terpakai.

Kemudian, menutup tempat penampungan air, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali.

"Aktifkan piket bersama kader dasa wisma untuk pemeriksaan jentik di rumah."

"Aktifkan piket bersama kader cilik untuk pemeriksaan jentik di sekolah, tidak terkecuali pada perkantoran," ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat juga dapat memanfaatkan pemberantasan nyamuk secara biologi.

Yakni dengan memelihara ikan pemakan jentik di bak dan kolam atau tanaman pengusir nyamuk seperti minyak sere, lavender, dan sebagainya.

Zuraidah mengingatkan, nyamuk DBD banyak bersarang pada tempat lembab dan gelap atau terdapat pakaian bergelantungan.

Selanjutnya, hindarkan keluarga dari gigitan nyamuk pada pukul 7-10 dan 15-18 utamanya anak-anak pada jam sekolah.

"Waspada pada gejala DBD yang ditandai dengan sakit demam, pusing, mual, nyeri ulu."

"Jika terdapat tanda-tanda itu, segera ke pelayanan kesehatan terdekat. Intinya jangan biarkan Aedes berkembang biak," jelasnya. (M Nafiul Haris)

Dikirim Tiga Tahap ke RSUD Cilacap, TKI di Hongkong Sumbang Alat Kesehatan

Pelatihan Peserta Kartu Prakerja Bisa Terapkan Konsep Tatap Muka

Bayi dan Anak Tak Perlu Gunakan Masker Saat Bepergian, Tapi Ada Syaratnya

Apakah Maksud Gelombang Kedua Penyebaran Virus Corona? Simak Penjelasan Berikut Ini

 

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Kesehatan
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved