Tero Virus Corona
Tangani Pasien Virus Corona, Dance Usulkan Pelibatan Psikolog di RSPAW Salatiga
DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya psikolog yang dilibatkan dalam perawatan pasien positif corona (Covid-19) di RSPAW Salatiga.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya psikolog yang dilibatkan dalam perawatan pasien positif corona (Covid-19) di RS Paru Dr Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit mengatakan, pelibatan seorang psikolog dinilai penting karena pasien Covid-19 rawan terganggu kesehatan kejiwaannya.
"Setelah melihat perkembangan kasus virus corona ini menurun, kami usulkan penanganan pasien turut didampingi psikolog."
"Saat rapat Tim Gugus Tugas juga sudah kami minta dibentuk divisi psikologi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (12/4/2020).
• Laboratorium PCR Masih Terbatas di Jateng, Saat Ini Cuma di Salatiga, Terpaksa Harus Antre
• UPDATE Minggu 12 April, Pasien Positif Corona Tembus 4.241 Kasus
• Perawat Ditampar Satpam di Semarang, Budi: Saat itu Bingung, Anak Saya Sedang Sakit
• Bupati Banyumas Yakini Tak Ada Lagi Insiden Penolakan Jenazah Pasien Covid-19
Menurut Dance, para pasien virus corona berpotensi terganggu kejiwaannya karena saat menjalani perawatan medis mereka dalam stres tinggi.
Aturan melarang keluarga menemani, sehingga sebaiknya ada pendampingan seorang psikolog.
Ia menambahkan, secara fisik perawatan telah dilakukan oleh tim medis.
Tetapi secara kejiwaan juga perlu menjadi perhatian supaya motivasi untuk sembuh terus terjaga.
"Secara khusus kepada perwakilan rumah sakit yang melakukan perawatan pada ruang isolasi kami meminta dipasang TV atau melalui speaker diberikan materi motivasi," katanya.
Dikatakannya, hal serupa juga berlaku bagi orang tanpa gejala (OTG), dan orang dalam pemantauan (ODP) virus corona.
Karena mereka harus mengisolasi secara mandiri di rumah.
Lebih lanjut Dance menyebutkan, orang yang terindikasi positif corona rawan imunitasnya menurun lantaran merasa sendirian.
Kemudian pemahaman warga wabah seolah adalah aib.
"Karena itu penting adanya divisi psikologis, nanti secara teknis kerja bisa dikoordinir lewat gugus tugas."
"Pendampingan psikologis juga dapat melibatkan tokoh agama," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/psikolog-rspaw-salatiga.jpg)