Berita Kesehatan

Laboratorium PCR Masih Terbatas di Jateng, Saat Ini Cuma di Salatiga, Terpaksa Harus Antre

Upaya pemerintah untuk melakukan deteksi dini virus corona atau Covid-19 secara massal menggunakan rapid test menemui kendala.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
TINJAU FASILITAS - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo (kanan) didampingi Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang Arianti, meninjau fasilitas untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Upaya pemerintah untuk melakukan deteksi dini virus corona atau Covid-19 secara massal menggunakan rapid test menemui kendala.

Spesimen positif dari hasil rapid test belum final, bisa dinyatakan bukan positif palsu yakni dengan melakukan langkah pemeriksaan selanjutnya, proses uji polymerase chain reaction (PCR).

Namun, ratusan hasil spesimen positif dari rapid test itu masih harus antre untuk melalui tahap pemeriksaan PCR.

UPDATE Minggu 12 April, Pasien Positif Corona Tembus 4.241 Kasus

Edaran Baru Disdikbud Kendal, Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 26 April

Perawat Ditampar Satpam di Semarang, Budi: Saat itu Bingung, Anak Saya Sedang Sakit

Bupati Banyumas Yakini Tak Ada Lagi Insiden Penolakan Jenazah Pasien Covid-19

Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menuturkan, penumpakan hasil spesimen terjadi lantaran laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan PCR di Jateng masih terbatas.

"Saat ini yang sudah beroperasional di Jawa Tengah baru Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Salatiga."

"Namun, rumah sakit UNS Surakarta sudah mulai running."

"RSUP dr Kariadi Semarang dan RSUD Moewardi Surakarta juga akan menyusul," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (12/4/2020).

Di Kota Salatiga, bisa melakukan 40 tes spesimen dalam sehari.

Karena keterbatasan tersebut, Jawa Tengah masih mengandalkan pemeriksaan spesimen swab lendir hidung dan tenggorokan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Yogyakarta.

Namun, laboratorium milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut hanya bisa memeriksa spesimen yang dikirimkan rumah sakit dari Jawa Tengah hanya sebanyak 20 tes dalam sehari.

Tumpukan hasil tes cepat itu menjadi kendala karena uji PCR belum dikatakan masif lantaran kurangnya peralatan.

Meskipun demikian, Yulianto menjelaskan, Jawa Tengah mendapatkan bantuan alat PCR dari Pemerintah Pusat.

"Pemerintah Pusat melakukan pengadaan 20 alat PCR baru. Menurut informasi, Jawa Tengah dapat tiga bantuan alat itu."

"Kami terus mengupayakan agar hasil pemeriksaan bisa keluar secara cepat," ucapnya.

Selama ini, lanjutnya, jika hasil spesimen sudah keluar, akan langsung diinformasikan ke rumah sakit dan dinas kesehatan terkait.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved