Berita Solo
Tolak Dikarantina di Graha Wisata Niaga Surakarta, Dua Pemudik Balik Kanan
Setiap pemudik yang tiba di Kota Suraakrta, termasuk tiba di Stasiun Balapan, harus menjalani pendataan.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Dua pemudik yang tiba di Suraakrta enggan menjalani karantina.
Keduanya lantas memilih untuk kembali ke tempat asal pemberangkatan, masing-masing dari Cirebon Jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur.
Keduanya tiba di Surakarta menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Balapan Solo.
• Begini Kondisi Terkini Pasien Positif Corona di Kendal, Petugas Medis Ubah Desain Ruang Isolasi
• Rp 71 Miliar Disiapkan Pemkot Salatiga, Kebutuhan Enam Bulan Tangani Virus Corona
• Polisi Tangkap 81 Pelaku Penyebar Hoaks Virus Corona
• Cegah Virus Corona di Ponpes Alif Baa Banjarnegara, Begini Perlakuan Gus Khayat Terhadap Santrinya
"Masing-masing datang dari Cirebon menggunakan KA Ranggajati, dan yang dari Surabaya menggunakan KA Sancaka."
"Mereka tiba hari ini," kata Koordinator Lapangan Penjemputan Pemudik di Stasiun Balapan Solo, Henry Satya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (9/4/2020).
Henry mengatakan, setiap pemudik yang tiba di Kota Suraakrta, termasuk tiba di Stasiun Balapan, harus menjalani pendataan.
Kedua pemudik itu yang tiba di Stasiun Balapan lantas dibawa bus untuk dilakukan cek kesehatan.
Keduanya dibawa ke Graha Wisata Surakarta untuk menjalani karantina selama 14 hari.
"Kedua pemudik itu KTP-nya beralamat Surakarta semua."
"Karena tidak mau (dikarantina), akhirnya dia ikut bus Dishub untuk ke stasiun untuk kembali ke daerah dimana mereka berangkat," kata Henry.
Dalam proses kembalinya dua pemudik itu menuju stasiun mendapat pengawalan dari Satpol PP dan Dishub.
Keduanya dipastikan kembali ke daerah asal berangkatnya.
"Mereka dikawal sampai benar-benar kembali lagi ke daerah asal berangkatnya, yakni Cirebon dan Surabaya," kata dia.
Diketahui, Pemkot Surakarta telah menyediakan Graha Wisata Niaga sebagai tempat karantina bagi warga yang mudik.
Mereka yang tiba di Surakarta harus menjalani karantina selama 14 hari.