Teror Virus Corona
Lebih dari Rp193 Miliar, Sumbangan Masyarakat untuk Penanganan Wabah Virus Corona Terus Mengalir
Sumbangan Masyarakat untuk Penanganan Wabah Virus Corona Terus Mengalir, kini Lebih dari Rp193 Miliar terkumpul
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, mengatakan sumbangan lebih dari Rp193 miliar itu datang dari berbagai lapisan kelompok masyarakat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kepedulian masyarakat untuk percepatan penanganan wabah viru corona cukup tinggi.
Hingga kini, sumbangan dari masyarakat untuk penanganan wabah virus corona terus mengalir.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah menerima sumbangan sampai dengan total lebih dari Rp193 miliar.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, mengatakan sumbangan datang dari berbagai lapisan kelompok masyarakat.
• Update Virus Corona di Indonesia, 9 April 2020: 252 Sembuh, Total Positif Virus Corona 3.293 Kasus
• Resmi! Pemerintah Geser Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri dari Mei ke Desember 2020
• Pasangan Bukan Suami Istri di Solo Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Polisi Temukan Cairan
• Lokasi Pemakaman Perawat RSUP Kariadi Dirahasiakan, Meninggal Positif Virus Corona, Ditolak Warga
"Donasi dari semua kelompok masyarakat, bahkan dari seluruh dunia yang menunjukkan bahwa kita serius. Pemerintah, masyarakat dunia usaha serius di dalam menangani Covid-19 ini," kata Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4).
Sumbangan itu, kata Yurianto, akan digunakan dalam usaha mencegah penyebaran Covid-19 dan untuk menyokong berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menghadapi dampak dari wabah yang disebabkan virus corona jenis baru itu.
Langkah perlindungan sosial dan stimulus ekonomi, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, bernilai lebih dari Rp405 triliun sudah disiapkan.
Stimulus itu untuk meringankan beban masyarakat Indonesia yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat Covid-19.
• Kebakaran Landa Proyek Pengembangan Gas Jawa di Blora. Pertamina: Masih Dalam Pemeriksaan
"Perlindungan sosial itu termasuk untuk membantu rumah tangga yang membutuhkan untuk membayar iuran air dan listrik," ucap Yurianto, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanyumas.com.
Masyarakat, kata dia, bisa membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran lebih luas Covid-19 dengan ketat melakukan penjagaan jarak dan berdiam di rumah.
"Upaya pemerintah yang dilakukan tentunya akan sangat tergantung dari kepatuhan kita, kepatuhan masyarakat sebagai ujung tombak dari penghentian rantai penularan Covid-19 ini," tegas pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu.
Dia mengajak masyarakat untuk dengan terus melakukan imbauan pemerintah seperti tidak keluar rumah, karena merupakan cara terbaik untuk menghindari infeksi penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.
Kalau memang terpaksa harus keluar rumah, Yurianto meminta agar masyarakat menggunakan masker kain yang menurut data menunjukkan efektivitas 60 persen untuk mencegah penularan virus. (*)
• Kabar Baik! Tujuh PDP Virus Corona di Cilacap Dinyatakan Negatif Covid-19
• Pasien Positif Virus Corona Sembuh di Wonosobo Tetap Dikarantina, Tak Punya Rumah untuk Pulang
• Belum Ada Kejelasan soal Pelaksanaan Ibadah Haji, Menag: Harus Lunasi, Bisa Diambil jika Dibatalkan
• Mengaku Kapten TNI Rendi, Pemuda Ini Kuras Harta Janda Muda hingga Rp60 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/achmad-yurianto-ilustrasi-masker-kain.jpg)