Breaking News:

Berita Pekalongan

Mengaku Kapten TNI Rendi, Pemuda Ini Kuras Harta Janda Muda hingga Rp60 Juta

Anggota TNI gadungan yang Mengaku sebagai Kapten Rendi, Kuras Harta Janda Muda hingga Rp60 Juta. Korban yang curiga kemudian mendatangi Kodim Pemalang

Istimewa
Anggota Polsek Kedungwuni saat memeriksa Ari Wibowo (25) warga Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang yang menipu seorang perempuan SM, warga Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Dalam aksinya, tersangka mengaku sebaga Kapten TNI Rendi. 

"Korban mentransfer uang ke tersangka kurang lebih Rp60 juta. Uang itu dikirim secara bertahap dari awal bulan Januari 2020 hingga Maret 2020, untuk keperluan pindah tugas Kapten Rendi."

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN -  Ari Wibowo (25), warga Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Ini setelah ia berhasil menipu dan menguras harta seorang janda muda asal Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, SM, hingga senilai Rp60 juta.

Mulanya, kedua insan berlainan jenis itu berkenalan di media sosial. Saat berkenalan itu, Ari mengaku sebagai Rendi, anggota TNI berpangkat Kapten, dan bertugas di Jakarta.

Setelah menjalin hubungan, Kapten TNI Rendi berjanji akan menikahi SM, setelah ia pindah tugas ke Pemalang.

Karena itu, Kapten TNI Rendi meminta SM untuk membantu mengurus kepindahannya, dengan cara menyediakan sejumlah uang.

Simak Syarat dan Kriteria Perima Kredit Usaha Rakyat KUR yang Dapat Keringanan Pembayaran

Wali Kota Tewas Ditembak Karena Menerapkan Lockdown untuk Antisipasi Virus Corona

Korlantas Polri Tegaskan Tak Ada Larangan Ojol Bawa Penumpang, Dalam Masih Kota Boleh Berboncengan

Jadi Korban Pembunuhan, Jenazah Remaja 13 Tahun Ditemukan Terkubur Setengah Badan

Kapolsek Kedungwuni, AKP Prisandi Tiar, saat dihubungi menjelaskan, penipuan berawal saat SM dan Ari berkenalan lewat aplikasi pertemanan OLAA, awal Januari 2020.

Di aplikasi tersebut, Ari memasang foto profil memakai seragam TNI dan mengaku anggota TNI berpangkat kapten.

"Setelah itu, komunikasi antara korban dan tersangka berlanjut via Whatsapp. Kemudian, tersangka mengatakan kepada korban bahwa dirinya dinas di Jakarta," kata AKP Sandi, Rabu (8/4).

Setelah intensif berkomunikasi melalui WhatsApp, tersangka meminta uang kepada korban dengan alasan untuk pindah tugas dari Jakarta ke Kodim Pemalang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved