Teror Virus Corona
Pemudik dari Jakarta ODP Corona Meninggal di Brebes, Satu Pemudik Lain Berstatus PDP
Satu orang warga Desa/ Kecamatan Bantarkawung, Brebes meninggal dunia di RSUD Bumiayu, Senin (6/4/2020).
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satu orang warga Desa/ Kecamatan Bantarkawung, Brebes meninggal dunia di RSUD Bumiayu, Senin (6/4/2020).
Pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kasus virus corona Covid-19 itu merupakan warga yang baru saja pulang mudik dari Jakarta yang merupakan daerah endemi corona.
Warga yang meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia 29 tahun.
Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto, membenarkan warganya yang ODP corona meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan di RSUD Bumiayu.
• Masyarakat Kurang Disiplin Terapkan Social Distancing, Jabar Berlakukan Jam Malam
• Keluarga Miskin di Jabodetabek Dapat Sembako Rp 600 Ribu Per Bulan, Bagaiman Daerah Lain
• Diriver Ojek Online yang Ditipu Penumpang Purwokerto - Solo Kini Tuai Banyak Santunan dari Pejabat
• Terlalu Banyak Aturan yang Sifatnya Imbauan, Presiden Diminta Buat Kebijakan Tegas Terkait Corona
"Warga tersebut baru akan menerima perawatan di rumah sakit. Kondisi kesehatannya menurun saat masuk rumah sakit."
"10 menit setelah masuk UGD rumah sakit meninggal dunia," jelas Eko saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (7/4/2020).
Ia menceritakan warga ini mudik dari Jakarta dan tiba di Bantarkawung pada Sabtu (4/4/2020) pagi pukul 04.00 WIB.
Pihak kecamatan yang mendirikan posko kesehatan tanggap corona telah melakukan pemeriksaan. Diketahui, suhu tubuh yang bersangkutan normal.
Pada keesokan harinya, sore hari, kondisinya masih sehat. Baru pada Minggu (5/4/2020) malam sekitar pukul 22.00 mengeluh demam dan napas tersengal-sengal.
Pada Senin (6/4/2020) dini hari, kondisinya memburuk. Pihak puskesmas dan keluarga korban berupaya mencari ambulans di desa menuju rumah sakit.
"Tidak lama sesampai di rumah sakit, meninggal. Sebelum ke RSUD Bumiayu, sempat dibawa ke rumah sakit swasta lalu dirujuk," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Sartono menuturkan belum bisa memastikan apakah pasien yang meninggal tersebut karena Covid-19 atau tidak.
• Dampak Virus Corona, Konsumsi BBM di Jateng Berkurang 2 Ribu Kilo Liter per Hari
• Simak Ciri dan Waktu Orang Tanpa Gejala Corona Bisa Menularkan Virusnya
• Tak Perlu Tatap Muka, Urus Izin Usaha di Jateng Bisa lewat Online
• Suami Bunuh Istri Karena Cemburu, Jasadnya Dimasukan ke Karung Dihanyutkan ke Sungai
"Untuk menentukan pasien itu positif terpapar corona harus ada hasil swab tenggorokan, sedangkan pasien meninggal ini belum diambil swab," ucapnya.
Selain itu, ada satu warga Kecamatan Bantarkawung yang juga ditetapkan pasien dalam pengawasan (PDP) usai mudik dari Jakarta.
Setelah mudik menggunakan mobil travel, dia mengeluh demam, batuk, dan sesak di bagian dada. Saat ini tengah dirawat di RSUD Bumiayu.
Sebelumnya, tercatat ada 2.090 pemudik yang tiba di Bantarkawung dari Jakarta dan sekitarnya.(mam)