Berita Ekonomi
Dampak Virus Corona, Konsumsi BBM di Jateng Berkurang 2 Ribu Kilo Liter per Hari
Wabah virus corona membuat pemerintah meminta masyarakat untuk menerapkan physical distancing.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wabah virus corona membuat pemerintah meminta masyarakat untuk menerapkan physical distancing.
Banyak masyarakat kemudian mengurangi kegiatan mereka di luar rumah.
Sekolah diliburkan, pekerjaan yang bisa diselesaikan dari rumah diminta untuk diselesaikan dengan cara Work From Home.
Kegiatan beribadah juga dilakukan di rumah.
• Simak Ciri dan Waktu Orang Tanpa Gejala Corona Bisa Menularkan Virusnya
• Tak Perlu Tatap Muka, Urus Izin Usaha di Jateng Bisa lewat Online
• Puskesmas Mandiraja 1 Banjarnegara Buka Donasi Masker untuk Petugas dan Pasien
• Suami Bunuh Istri Karena Cemburu, Jasadnya Dimasukan ke Karung Dihanyutkan ke Sungai
Semakin orang yang berada di dalam rumah menyebabkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline seperti premium, pertalite dan pertamax mengalami penurunan.
“Jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020 lalu, mengalami penurunan permintaan sebesar 18 persen," terang Unit Manager Comm & CSR Pertamina Marketing Operation Region IV (MOR IV), Anna Yudhiastuti, Selasa (7/4/2020).
Secara lebih rinci ia menjelaskan penurunan konsumsi pada bulan Februari mencapai 12.490 KL per hari.
"Sedangkan di bulan Maret menjadi 10.130 KL per hari,” tandas Anna Yudhiastuti.
Lanjutnya, hal ini juga berlaku bagi BBM jenis gasoil seperti solar dan dex series yang juga mengalami penurunan sebanyak 3 persen dari 5.800 KL menjadi 5.645 KL per hari.
Ia menyebut adanya penurunan penggunaan kendaraan pribadi di masyarakat pasca adanya virus corona.
“Sedangkan untuk konsumsi LPG terdapat kenaikan sedikit dan masih dalam batas normal, karena kenaikannya tidak signifikan,” imbuhnya.
Rata-rata konsumsi LPG di bulan Februari berada di angka 4.056 MT (metric ton) sedangkan bulan Maret di angka 4.086 MT.
• Ini Daftar Harga Ponsel Samsung Bulan April 2020, Ada Samsung Galaxy M31
• Setelah Penangguhan Kredit, Pemerintah Juga akan Gelontorkan Rp 150 Triliun untuk Pelaku Usaha
• Satu PDP Corona Asal Slawi Meninggal, Simak Update Jumlah PDP, ODP, dan Positif di Kabupaten Tegal
• Rumah Sakit Darurat Virus Corona Pulau Galang Resmi Beroperasi, Prioritaskan TKI, Tetap Layani Umum
Akibat kenaikan yang tidak lebih dari 1 persen tersebut dapat dikatakan untuk LPG penggunaannya relatif stabil.
Sementara itu Anna juga menambahkan untuk stok BBM dan LPG di wilayah Pertamina MOR IV aman, dengan rata-rata coverage day (ketahanan) untuk BBM selama 9 hingga 12 hari dan LPG 4 hingga 6 hari.
“Untuk Pertamina Delivery Service melalui kontak 135 juga masih kita jalankan dan kami selalu mengimbau dan mengoptimalkan pembayaran non tunai di SPBU kepada konsumen,” pungkasnya. (Ute)