Breaking News:

Teror Virus Corona

PDP Asal Kejobong Juga Meninggal, Bupati Purbalingga: Perempuan Usia 54 Tahun

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan, PDP meninggal itu berjenis kelamin perempuan berusia 54 tahun asal Kecamatan Kejobong.

TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menunjukkan gelang identitas yang akan disematkan kepada setiap orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di Purbalingga. 

Seperti yang diberitakan di hari sebelumnya, Sabtu (4/4/2020), satu PDP virus corona di Kabupaten Purbalingga meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menuturkan, PDP yang meninggal dunia berjenis kelamin wanita, usia 24 tahun, warga Kecamatan Rembang. 

"Dua bulan yang lalu dia (PDP) berada di Yogyakarta, mengalami sesak napas," tutur dia.

Namun, kata dia, kondisi kesehatan PDP itu dua hari belakangan memburuk.

Selanjutnya, PDP langsung dibawa ke Rumah Sakit Siaga Medika untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

"Pasien dibawa ke rumah sakit, Jumat (3/4/2020) sekira pukul 21.30 dan meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2020) pukul 02.00," jelasnya kepada TribunBanyumas.com.

Menurut dia, belum sempat dilakukan tes swab terhadap PDP yang meninggal dunia.

Dituturkan, PDP itu langsung dimakamkan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan.

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Musim Pancaroba di Jateng, Berpotensi Muncul Hujan Es

Fase Kritis Corona di Indonesia Mulai April, Begini Simpulan Enam Hasil Penelitian Pakar

Ini Tiga Fenomena Langit Sepanjang April, Jangan Sampai Kelewatan Menyaksikannya

Penyemprotan Disinfektan Bukan Rekomendasi WHO, LIPI Beri Solusi Cara Aman Cegah Virus Corona

"Keluarga terdekat PDP sudah dilakukan rapid test. Paling dekat dengan PDP ada enam orang dan hasilnya negatif semua," tutur dia.

Dia mengatakan hingga saat ini ada 5 PDP yang kemudian dinyatakan positif corona di Kabupaten Purbalingga.

Menurut dia, saat ini kondisi pasien semakin membaik.

Pemakaman PDP Purbalingga

Sementara itu, Kapolsek Rembang AKP Sunarto menerangkan, personel yang dikerahkan untuk mengamankan prosesi pemakaman PDP virus corona merupakan gabungan dari Polsek Rembang dan Polres Purbalingga.

Prosesi pemakaman dilakukan di Desa Losari, Kecamatan Rembang.

"Kami kerahkan puluhan personil gabungan untuk mengamankan pemakaman."

"Hal ini guna menjamin seluruh prosesi pemakaman jenazah PDP Covid-19 berjalan secara aman dan lancar," tuturnya saat dihubungi TribunBanyumas.com, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, sebelum pengamanan, anggota diapelkan terlebih dahulu untuk diberikan penarahan tentang SOP pengamaman.

"Pemakaman dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga dan relawan desa setempat, dengan menggunakan APD lengkap sesuai SOP," jelasnya.

Di sisi lain Camat Rembang, Revon Hapriandiat mengatakan, prosesi pemakaman tidak ada penolakan dari warga.

Camat mengimbau agar warga tidak menolak jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan di pemakaman.

"Semua jenazah yang terinveksi virus Covid-19 itu sudah aman."

"Karena sudah dilakukan penanganan sesuai SOP yang ada," terang dia. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Kisah Pasien Sembuh Virus Corona di Banyumas, Bupati Ajak Berpelukan Hingga Makan Kue Bersama

Sopir Penabrak H Supono Mustajab Tertangkap, Bersembunyi di Banjarnegara, Keluarga Tolak Berdamai

Ponpes di Purbalingga Pilih Mengisolasi Mandiri Para Santri, Misal di Nuurul Quran Bukateja

Jam Layanan Diperpendek, Buat Baru Maupun Perpanjangan SIM di Polres Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved