Berita Purbalingga
Ponpes di Purbalingga Pilih Mengisolasi Mandiri Para Santri, Misal di Nuurul Quran Bukateja
KH Arif Musodiq mengatakan, sejak 27 Maret 2020, sekira 443 santri tidak diperbolehkan pulang apalagi dijenguk orangtua maupun kerabatnya.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Menghadapi pandemi virus corona (Covid-19), sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga melakukan isolasi mandiri bahkan meliburkan para santrinya.
Data yang dihimpun Tribunbanyumas.com, Rabu (1/4/2020) melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Purbalingga, di kecamatan tersebut terdapat sekira 12 pondok pesantren.
Satu di antaranya Yayasan Ponpes Nuurul Quran, Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.
• Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan
• Sedih Saksikan Insiden Pemakaman Pasien Virus Corona, Ahmad Tohari: Bukan Watak Orang Banyumas
• Alhamdulillah, Tiga PDP RSUD Cilacap Dinyatakan Negatif, Pramesti: Mereka Sudah Dipulangkan
• Cerita Betty Tan di Purwokerto, Galeri Gaun Pengantin Disulap Jadi Tempat Produksi APD Tenaga Medis
Di ponpes tersebut, pengasuh mengambil langkah mengisolasi seluruh santri agar tetap berada di lingkungan ponpes.
Pimpinan Ponpes Nuurul Quran, KH Arif Musodiq mengatakan, sejak 27 Maret 2020, sekira 443 santri tidak diperbolehkan pulang apalagi dijenguk orangtua maupun kerabatnya.
Para santri diisolasi secara mandiri oleh pengasuh di pondok hingga Sabtu (11/4/2020).
“Kami berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan di ponpes secara mandiri."
"Diawali dengan mengisolasi para santri tetap berada di pondok hingga khataman atau sekira akhir pekan depan."
"Mereka tidak boleh ditengok dan tidak boleh pulang,” kata pria yang akrab disapa Gus Arif kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/4/2020).
Selain itu, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan lainnya berupa menyediakan perlengkapan cuci tangan, dan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan ponpes.
"Kami melakukan penyemprotan disinfektan tiga hari sekali."
"Harapanya kami semua di sini terhindar dari wabah virus corona,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi memberikan dukungan moral dan sembako di sejumlah ponpes yang masih membiayai kebutuhan hidup santri sejak merebaknya Covid-19.
Bupati yang akrab disapa Tiwi meminta para kiai dan pimpinan pondok untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi Covid-19.
Sebagai contoh dengan meliburkan para santri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/isolasi-mandiri-santri-purbalingga.jpg)