Teror Virus Corona
Perampok di Tamansari Tewas Setelah Terinfeksi Virus Corona, Polisi yang Menangkap Dikarantina
Virus Corona memang tidak pandang bulu, dari anggota dewan, pejabat kementerian, tenaga medis dan masyarakat sipil semua bisa terinfeksi.
Anggota polisi yang bertugas mengawal WA pun tidak pernah berhubungan langsung selama satu bulan.
Sebab, WA ditempatkan di ruangan khusus bagi para tahanan.
"Tersangka punya sakit gula, dan kalau tahanan sakit penempatan khusus."
"Kita bawa kesana karena dia kadar gulanya tinggi," kata Arsya.
Gejala batuk terus-menerus mengarah ke virus corona
Sejak dirawat di RS Kramat Jati belakangan WA menunjukkan gejala terinfeksi virus corona.
Arsya menyebut bila WA kerap batuk saat dirawat.
"Enggak sih, tapi karena memang sebulan dia di sana, cuma informasinya beberapa hari terakhir yang bersangkutan batuk-batuk terus," ucap Arsya.
Setelah diperiksa dokter yang bertugas, WA dinyatakan positif dan tidak berselang lama WA pun meninggal dunia.
Usai dinyatakan meninggal dunia jenazah WA langsung dikremasi.
Isolasi petugas Polres
Meski tidak bersentuhan secara langsung, pihak Polres melakukan isolasi mandiri kepada anggota yang mendampingi WA.
Anggota kepolisian yang berdekatan dengan WA juga menjalani tes swab untuk memastikan ada atau tidaknya virus coroa.
"Kalau hasil swab anggota juga belum, sementara untuk penjaga dan penyidik yang cek kesana isolasi dulu sementara," ucap Arsya.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, WA alias AG (67), tersangka perampokan toko emas di wilayah Tamansari Jakarta Barat meninggal dunia karena positif Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan-perampok-bersenjata__.jpg)