Berita Solo
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Depan Pasar Surakarta Roboh, Evakuasi Butuh 12 Jam Lebih
Jembatan penyeberangan orang (JP0) di depan Pasar Surakarta roboh, Kamis (2/4/2020).
TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Jembatan penyeberangan orang (JP0) di depan Pasar Surakarta roboh, Kamis (2/4/2020).
Sampai saat ini sejumlah petugas masih berusaha mengevakuasi rangka jembatan yang masih melintang di atas jalan.
Kapolsek Kartasura, AKP Dani Permana Putra mengatakan, kejadian robohnya jembatan ini akibat tersenggol truk trailer yang melintas dari arah Solo sekitar pukul 20.30 WIB.
Truk bernopol L 8031 UH yang bermuatan bahan baku kertas itu melintas di bawah jembatan dan menyenggol rangka jembatan sehingga roboh.
• Keluarga Pasien Positif Corona Dijauhi Tetangga, Nekat Ancam Bakar Rumah Sendiri
• Striker PSIS Semarang Asal Brasil Bruno Silva Ingin Jadi WNI dan Bela Timnas Indonesia
• Baru Dirilis Hari Ini, Lagu Girl Agnez Mo x Steve Aoki Puncaki iTunes
• BIN: Juli 2020 Penyebaran Corona di Tanah Air akan Mencapai 106.287 Kasus Positif, Begini Imbauannya
"Sopir dan kernet sudah kami amankan. Sudah kami tes urin juga. Ini proses evakuasi dan sekaligus pengaturan arus lalu lintas," kata Dani saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2020).
Akibat kejadian ini, Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Pasar Kartasura ditutup. Arus baik dari arah Solo maupun dari arah Boyolali dialihkan. Sementara di lokasi kejadian masih terdapat alat berat.
Sejak kejadian, kata Dani, sudah tiga alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi material jembatan. Sisa rangka jembatan yang masih melintang di atas jalan akan sekalian dirobohkan.
"Kondisinya sudah melengkung. Ini kan sekalian dirobohkan. Sejak semalam sudah tiga alat berat yang dikerahkan, ini alat berat terakhir yang dikerahkan dengan kapasitas angkat beban minimal 50 ton," katanya.
Di saat bersamaan, polisi berikut anggota TNI dari Kodim 0726/Sukoharuo juga sibuk menghalau kerumunan masyarakat yang menonton proses evakuasi.
• Kronologi Syekh Puji Kembali Dilaporkan ke Polda Jateng, Kali Ini Karena Menikahi Anak 7 Tahun
• Kronologi ODP Virus Corona Meninggal Ketika akan Melahirkan
• Hujan Lebat di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Simak Prakiraan Cuaca Jumat 3 April Menurut BMKG
• Penjual Gado-gado Diperiksa Setelah 126 Orang Pembelinya Keracunan Massal
"Tolong jangan bergerombol. Hindari area ini. Jangan berkerumun. Kalau tidak bisa membantu tinggalkan lokasi ini. Tidak perlu berkumpul," ucap Dani mengimbau dengan pemgeras suara.
Sejumlah aparat saat ini masih berjaga di lokasi kejadian. Dandim Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, juga terlihat di lokasi. (goz)