Wabah Virus Corona
Cara Hand Sanitizer dan Cuci Tangan Membasmi Virus Corona Menurut Penjelasan Ahli
Mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dipercaya bisa mencegah infeksi corona, lalu bagaimana sebenarnya mekanisme itu bekerja?

Ini semua tentang bagaimana molekul sabun terbentuk, masing-masing terlihat seperti sperma kecil, dengan kepala dan ekor.
Menggosok air dan sabun di tanggan Anda sangatlah penting, karena kombinasi ini menciptakan lebih banyak gelembung sabun, yang mengganggu ikatan kimia yang memungkinkan bakteri, virus, dan kuman lainnya menempel di permukaan.
Setelah Anda membilas tangan, semua kuman yang telah terluka, terperangkap atau terbunuh oleh molekul sabun dan dihanyutkan.
"Semua gelembung dan busa itu, benar-benar mengambil kuman dan membasuhnya," kata Williams lagi.
Anda sering mendengar bahwa air yang Anda gunakan untuk cuci tangan harus hangat.
Ahli kimia Bill Wuest, seorang profesor di Universitas Emory mengatakan, air hangat dengan sabun mendapat jauh lebih baik dan lebih banyak gelembung.
Kendati demikian, air panas sekalipun tidak membunuh bakteri atau virus sampai Anda mencapai suhu yang dapat membuat kulit melepuh.
"Air dingin akan bekerja, tetapi Anda harus memastikan Anda bekerja sangat keras untuk mendapatkan busa," kata Bill Wuest yang juga mempelajari disinfektan.
Yang dilakukan pembersih berbasis alkohol (hand sanitizer) Pembersih tangan berbasis alkohol bisa seefektif sabun jika digunakan dengan benar.
"Mereka harus memiliki setidaknya 60 persen alkohol di dalamnya," kata Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville.
Lebih lanjut, imbuh Schaffner, alkohol tersebutlah yang merupakan pembunuh virus.
Schaffner mengatakan, hanya menempatkan sesendok kecil di telapak tangan Anda dan menyeka cepat tidak cukup baik.
"Kamu harus menggunakan cukup dan menyelesaikannya di seluruh permukaan," katanya.
"Gosokkan ke seluruh tanganmu, di antara jari-jarimu dan di punggung tanganmu," jelas Schaffner.
Hal itu lantaran alkohol memiliki sifat kimia yang berbeda, namun dapat membantu memecah membran kuman.
• Sempat Kritisi Pelayanan RS Soal Corona, Wakil Ketua dan Anggota Ombudsman RI Positif Covid-19
• Hujan Sejak Sore Hari, Simak Prakiraan Cuaca di Cilacap, Rabu 25 Maret 2020
• Pengurus Masjid Menara Kudus Tolak Imbauan MUI Untuk Tidak Gelar Salat Jumat
• Krisdayanti dan Keluarganya Jalani Isolasi Sepulang dari Liburan di Luar Negeri