Berita Cilacap

Identitas Rinci Pasien Virus Corona Tersebar di Medsos, Dinkes Cilacap: Penyebar Bisa Dilaporkan

Dinkes Kabupaten Cilacap menilai warganet yang mengumbar identitas pasien di media sosial adalah bentuk tidak simpatik, tanpa ada rasa kemanusiaan.

TRIBUN BANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi konferensi pers bersama Sekda Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf dan Direktur RSUD Cilacap Reza, Senin (23/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Seorang warganet membagikan foto bergambar orang-orang sedang menghadiri pemakaman.

Orang-orang yang di makam itu mengenakan masker dan jas hujan.

Lantas, si pengunggah foto itu mengatakan, foto tersebut adalah proses pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.

Seorang warganet juga menambahkan identitas orang meninggal itu secara lengkap, mulai dari nama lengkap, alamat rumah, dan umur.

Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga

Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

Isi Ulang Hand Sanitizer Gratis di Alun-alun Purwokerto, Bupati: Banyumas Berstatus Bahaya Corona

Kalau Warga Cilacap Butuh Informasi Virus Corona, Dijamin Tanpa Hoaks, Hubungi Saja Nomor Ini

”Semoga masyarakat dijauhkan dari virus corona, tetap sehat, lebih hati-hati, tetap jaga kesehatan,” tulis warganet di statusnya yang dibagikan di grup media sosial.

Menanggapi informasi PDP yang beredar di grup media sosial, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi menyesalkannya.

Pihaknya menilai warganet yang mengumbar identitas pasien di media sosial adalah bentuk tidak simpatik, tanpa ada rasa kemanusiaan.

Menurutnya, itu berdampak bagi pasien dan keluarga pasien.

Juga bisa menambah kepanikan warga, khususnya di Kabupaten Cilacap.

”Sesuai aturan, identitas pasien yang boleh dibagikan ke publik hanya jenis kelamin dan umur,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (23/3/2020).

Pramesti juga menambahkan, hak privasi dan identitas pasien itu juga dijamin dalam undang-undang.

Sehingga bisa dilaporkan dan ada ancaman pidana bagi yang melanggar hak privasi pasien maupun mengumbar identitas pasien secara lengkap.

”Sebaiknya itu ditepati. Jangan membuka identitas pasien,” ujar Pramesti.

Sementara itu, hasil laporan harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cilacap pada Senin (23/3/2020), jumlah PDP sebanyak 17 orang.

Secara rinci, 5 orang dinyatakan negatif, 12 orang masih menunggu hasil laboratorium, 0 positif virus corona, dan 1 orang meninggal dunia.

Pramesti juga menginformasikan, ada 1 PDP yang meninggal dunia di RSUD Cilacap, Minggu (22/3/2020) pukul 16.20.

Dalam informasi yang dia sampaikan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Cilacap, Senin (23/3/2020), Pramesti mengatakan, pasien perempuan dan berumur 19 tahun.

Pasien tersebut, berdasarkan keterangan Pramesti, seorang mahasiswi di Jakarta.

Pasien sempat dirawat di RSUD Majenang, lantas dirujuk ke RSUD Cilacap. (Muhammad Yunan Setiawan)

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Mengintip Keajaiban Potensi Lokal Banyumas, Ciu Wlahar Dilirik Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer

Anak-anak Mulai Stres Belajar di Rumah, Ganjar Dikomplain Orangtua Siswa

Kisah Kedekatan H Supono dan Sumanto di RSKJ Purbalingga, Jadi Pengawal Setia Tiap Pengajian

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved