Wabah Virus Corona
Puluhan Warga Purbalingga Dikarantina Sepulang dari Tangerang, Ada yang Mengeluh Batuk dan Demam
Puluhan pekerja pabrik asal Tangerang Provinsi Banten melakukan mudik bersama ke Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Puluhan pekerja pabrik asal Tangerang Provinsi Banten melakukan mudik bersama ke Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.
Puluhan pemudik tersebut pulang ke desanya menggunakan bus.
Namun untuk mengantisipasi wabah virus Corona (Covid -19) para pemudik dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Mrebet di Balai Desa Onje, Minggu (22/3/2020).
Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purwono menuturkan ada sekitar 80 pemudik yang pulang menggunakan bus.
Mereka merupakan rombongan pekerja dari PT Indo Prima Baja Raksa.
"Pemudik itu sampai di Desa Onje pada Sabtu, (21/3) pukul 03.00 dini hari," ujarnya.
• Beruikut Update Wabah Virus Corona di Kabupaten Batang Minggu 22 Maret 2020
• Beberapa Daerah Sudah Bisa Test Corona Sendiri, Jateng Kapan? Begini Jawab Ganjar
• Artis FTV Andrea Dian Positif Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana Hasil Tes Ganindra Bimo?
• Disiapkan Rumah Sakit Khusus Pasien Corona di Solo, Wali Kota: Kami Pilih RSUD Bung Karno
Ari mengatakan perusahaan tersebut didominasi warga Desa Onje dan setiap libur panjang para pekerja selalu mudik bersama.
Rombongan pemudik itu mendapat libur dari perusahaannya hingga 6 April.
" Mereka (rombongan) mendapat libur selama dua Minggu, " tuturnya.
Dikatakannya, setelah sampai di kampung halaman rombongan pekerja asal Tangerang tersebut dilakukan pemeriksaan.
Mereka ditanya kondisi kesehatannya oleh petugas puskesmas.
"Pemeriksaan itu mereka ditanya ada keluhan atau tidak. Mereka harus jujur saat menjawab pertanyaan, " ujar dia.
Ia menuturkan informasi dari koordinator pemudik, setiap hari mereka juga dicek kesehatan di perusahaannya.
Sebelum mudik mereka juga diperiksa kesehatannya.
" Saat perjalanan mudik, mereka (pemudik) juga disemprot disinfektan saat berada di pangkalan bus, " jelasnya.
Sementara itu, Camat Mrebet, Arief Handoyo menuturkan ada sekitar 80 orang yang dilakukan pemeriksaan.
Rata-rata suhu tubuh di bawah 38 derajat celcius.
"Tadi ada 18 orang yang mengeluhkan batu dan pilek. Ada juga suhu tubuh yang mencapai 37,7 derajat celcius."
"Hasil lebih lanjut direkap puskesmas , " tutur dia.
Arief menuturkan pemudik diimbau untuk melakukan karantina sendiri di rumah.
Selain itu mereka wajib melaporkan kondisi kesehatannya di Puskemas.
"Pemudik yang melakukan pemeriksaan selama 14 hari untuk berada di rumah saja, " ujar dia.
• Update Virus Corona Jateng 22 Maret, Pasien Positif Covid-19 Tambah Satu di RSUD Moewardi Solo
• Update Virus Corona Purbalingga, Jumlah PDP Corona Meningkat, Hingga 80 Pemudik Harus Karantina
• Lanjutan Liga 1 Diduga Paling Cepat Seusai Lebaran, Ini Pertimbangan GM PSIS Semarang
• 948 Rumah Terdampak Banjir di Sidareja Cilacap, BPBD: Perlunya Dibangun Tanggul Sungai Citengah
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menjelaskan langkah yang dilakukan menghadapi pemudik adalah pendataan pemudik, dan memberikan himbauan karantina di rumah.
Pihaknya akan memantau kesehatan melaluin puskemas.
" Kami sudah bekerjasama Camat dan Kepala Desa memastikan mereka (pemudik) benar-benar di rumah," tuturnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan menghalau pemudik yang menggunakan bus di terminal.
Pemudik tersebut akan diperiksa kesehatannya sebelumnya sampai di kampung halamannya.
" Kami sudah menyiapkan tim gabungan antara Dinkes, BPBD, Satpol PP, Dinhub melakukan pemeriksaan di terminal."
"Hal ini untuk mengantisipasi apabila terdapat pemudik yang sakit dapat langsung dirujuk ke rumah sakit sebelum sampai ke kampung halamannya,"terangnya. (*)