Teror Virus Corona

Kapolri: Polisi Tindak Tegas Seluruh Kegiatan dengan Kerumunan Massa Selama Darurat Virus Corona

Kapolri: Polisi Tindak Tegas Seluruh Kegiatan dengan Kerumunan Massa Selama Darurat Virus Corona

TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Kapolri, Jenderal Polisi Idahm Aziz. 

Kapolri: Polisi Tindak Tegas Seluruh Kegiatan dengan Kerumunan Massa Selama Darurat Virus Corona

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Polisi akan menindak tegas seluruh kegiatan yang mengundang kerumunan massa, selama masa darurat virus corona.

Hal ini sejalan dengan imbauan pemerintah terkait social distancing dan perlunya masyarakat menjauhi kerumunan selama pandemi global virus corona.

Hal ini ditegaskan Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis. Ia memastikan polisi akan menindak seluruh kegiatan masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Tindakan ini juga berlaku bagi anggota Polri yang mengadakan kegiatan yang memungkinkan terjadinya  kerumunan massa.

Sosiolog: Perlu Ada Regulasi dan Sanksi agar Social Distancing Efektif Kendalikan Wabah Corona

Pasien Positif Virus Corona Inisiatif Datang Sendiri ke RSMS Purwokerto, Bupati: Laki-laki 46 Tahun

Fenomena Tisu Basah untuk Masker, Jubir Pemerintah Penanganan Virus Corona: Itu Malah Berbahaya

Klorokuin Bukan Antivirus Corona, Dokter: Obat Keras, Efek Sampingnnya Berbahaya, Bisa Mematikan

Hal itu tertuang dalam Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

"Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan ke polisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," demikian pernyataan Idham seperti tercantum dalam maklumat yang dilansir Kompas.com, Minggu (22/3/2020).

Adapun tindakan pengumpulan massa itu terdiri atas lima hal.

Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Ketiga, kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan.

Keempat, unjuk rasa, pawai dan karnaval.

Terakhir kelima, kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.

KAI Dukung Social Distancing, akan Refund 100 Persen Tiket Penumpang yang Dibatalkan

Dalam maklumat tersebut, Idham juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga diminta selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19," imbuh maklumat tersebut.

Lebih jauh, Idham juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau menimbun barang kebutuhan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

Masker Bedah Sekali Pakai, Begini Cara Menggunakan Melepas dan Membuang yang Benar

Serta, tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi ke polisian setempat," demikian isi maklumat yang ditandatangani pada 19 Maret 2020 tersebut.

Social Disntacing Perlu Regulasi dan Sanksi

Perlu ada regulasi dan sanksi terkait penerapan social distancing di masyarakat. Tanpa adanya regulasi dan sanksi yang jelas, social distancing sulit untuk diterapkan secara efektif.

Regulasi dan sanksi diperlukan agar masyarakat mau menjalankan social distancing atau menjaga jarak satu sama lain, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Demikian disampaikan Sosiolog dan Dosen Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasodjo. 

Klorokuin Bukan untuk Antivirus Corona, Justru Bahaya Bila Digunakan Sembarangan Nyawa Taruhannya

"Memang harus ada regulasi dan pada saat yang sama harus ada sanksi untuk mendisiplinkan diri tentang tanggung jawab sosial."

"Itu harus dibangkitkan," ujar Imam dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Imam mengatakan, jika masyarakat tidak segera menyadari pentingnya social distancing, ia khawatir negara akan memberlakukan pelarangan orang berkerumun secara paksa.

Hal tersebut, kata dia, terjadi di Italia yang menerjunkan tentara dan polisi untuk melarang warga keluar.

"Kalau itu dilakukan di Indonesia, bisa dibayangkan sulitnya."

"Daripada itu diberlakukan karena sudah mewabah kemana-mana, kita sekarang harus disiplin sendiri dulu," kata dia.

Sebab, kata dia, tanpa kesadaran dari masyarakat, wabah akan semakin menyabar dan membahayakan negara.

Malah ke Pasar dan Rewang Tetangga, Pasien Suspect Corona Ini Dijemput Paksa. Sekomplek Diisolasi

Tetangga Dengar Korban Minta Ampun. Balita Tewas Disiksa Ayah Kandung, Ibu Tiri dan Tante Tiri

Hoaks Virus Corona Makin Marak, Youtube Bikin Video Halaman Khusus, Pekan Ini 16 Negara

Tips Awasi Anak Belajar di Rumah, Pakailah Google Family Link, Silakan Diunduh

"Meski tak mengharapkan pelarangan paksa itu terjadi, kata Imam, namun hal tersebut bisa saja menjadi satu-satunya cara jika masyarakat tak bisa mendisiplinkan diri atau tidak menyadari pentingnya social distance."

"Ada dua kemungkinan, tidak sadar atau mungkin tak ada sanksi jelas dan malah difasilitasi oleh tempat-tempat pariwisata," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polri Akan Tindak Seluruh Kegiatan Pengumpulan Massa Selama Penanganan Covid-19

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved