Berita Jateng

Perayaan Nyepi di Candi Prambanan Tetap Digelar, Begini Respon Gubernur Jateng

Sekira 10 ribu umat Hindu akan memperingati Nyepi di Candi Prambanan Kabupaten Klaten pada 25 Maret 2020.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
BOB KEMENPAR RI
Ilustrasi Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Umat Hindu direncanakan akan tetap menghadiri peringatan Nyepi atau Tahun Baru Saka 1942 di Candi Prambanan, Kabupaten Klaten.

Meskipun tidak menampik, situasi saat ini penyebaran wabah virus corona (Covid-19) semakin meluas, tak terkecuali di Indonesia.

Berdasarkan informasi, sekira 10 ribu umat Hindu akan memperingati Nyepi di candi yang terletak di antara dua provinsi, Jawa Tengah dan DIY itu.

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Bojanegara, Polres Purbalingga: Segera Tetapkan Tersangka

Mengintip Keajaiban Potensi Lokal Banyumas, Ciu Wlahar Dilirik Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer

Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyiapkan dua pintu masuk dilengkapi dengan tempat cuci tangan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, jika acara tetap dilaksanakan, diharapkan tidak banyak yang mengikutinya.

"Kami sudah kontak dengan PHDI Pusat soal itu," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (20/3/2020).

Ganjar juga sudah meminta Asisten Setda Jawa Tengah untuk berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten agar pesannya disampaikan ke panitia.

"Kalau bisa 10-15 orang saja. Itu juga harus dengan protokol kesehatan yang ketat," tegasnya.

Protokol kesehatan harus dilakukan.

Seperti menerapkan social distancing atau menjaga jarak antarpeserta.

Selain itu, peserta diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke lokasi acara.

Serta sejumlah protokol kesehatan untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam beberapa kesempatan, Ganjar sering mengatakan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menggalang massa.

Berkumpulnya warga berpotensi menularkan virus yang sudah menjadi pandemi global tersebut.

Berdasarkan informasi, Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan yang merupakan rangkaian peringatan Nyepi tetap dilaksanakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved