Teror Virus Corona

Wilayah Perbatasan Banyumas Dijaga 24 Jam, Tiap Pengendara Dicek Gunakan Termometer

Kalau ada indikasi (gejala) mirip virus corona, diturunkan, di lokasi juga disiapakan mobil ambulans, nanti kami antarkan ke rumah sakit.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Petugas gabungan mengecek suhu tubuh pengguna jalan di perbatasan Di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tak sekadar mendirikan posko, petugas gabungan mulai beraksi sesuai instruksi Bupati Banyumas, Achmad Husein, Kamis (19/3/2020).

Pemkab Banyumas mendirikan posko pemantauan di perbatasan kabupaten untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) mulai Kamis (19/3/2020) hingga 14 hari ke depan.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, petugas gabungan akan mendata dan memeriksa kondisi kesehatan pengguna dan penumpang kendaraan.

Khususnya kendaraan umum yang masuk wilayah Banyumas.

Kisah Kedekatan H Supono dan Sumanto di RSKJ Purbalingga, Jadi Pengawal Setia Tiap Pengajian

Mulai Besok di Wilayah Perbatasan Banyumas, Pengecekan Suhu Tubuh Penumpang Bus

Ganjar Gratiskan Warga yang Mau Tes Virus Corona, Ini Daftar Tujuh RS Milik Pemprov Jateng

Pemilik RSKJ Mustajab Purbalingga Meninggal, Diseruduk Mobil Bak Terbuka, Sopir Menghilang

"Kami dirikan posko di empat titik perbatasan, yaitu Pekuncen, Lumbir, Tambak dan Sokaraja."

"Diperiksa pakai termometer, ditanya asal dan tujuan ke mana, kami beri edukasi juga," kata Husein di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (19/3/2020).

Seperti dikutip dari Kompas.com, Husein menjelaskan, apabila ada pengguna atau penumpang kendaraan yang memiliki gejala mirip virus corona akan diturunkan.

Petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di posko.

"Di lokasi sudah disiapkan ruang kecil untuk pemeriksaan."

"Kalau ada indikasi (gejala) mirip virus corona, kami turunkan, di lokasi juga kami siapakan mobil ambulans, nanti kami antarkan ke rumah sakit," jelas Husein.

Menurut Husein, petugas posko berjaga selama 24 jam yang dibagi dalam tiga shift.

Setiap shift terdiri atas 16 petugas dari unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Satpol PP.

"Pendirian posko ini hasil diskusi dengan Forkompinda untuk menjaring informasi sebanyak mungkin dan memantau."

"Kami pastikan pemeriksaan ini tidak menyebabkan kemacetan, karena lokasinya cukup luas," ujar Husein.

Husein mengatakan, pemeriksaan serupa juga dilakukan di terminal bus dan stasiun kereta api.

Kisah Almarhum H Supono Mustajab, Penolong Sumanto di Purbalingga, Sopir Penabrak Masih Diburu

Hendak Dibangun Flyover, Pedagang Pasar Kroya Cilacap Kabarnya Menolak, Ini Kata Ketua Paguyuban

Polisi Jumpai 11 Kayu Jati di Rumah DA, Kapolres Cilacap: Hasil Curian dari KPH Banyumas Timur

Satu Pasien Kembali Dinyatakan Negatif, Update RSMS Purwokerto: Ada Enam PDP di Ruang Isolasi

Seperti yang juga telah diberitakan sebelumnya oleh Tribunbanyumas.com, Rabu (18/3/2020), Bupati Banyumas Achmad Husein memutuskan mulai Kamis (19/3/2020) akan ada petugas gabungan melakukan screening.

Itu bagi penumpang bus dan kendaraan umum yang memiliki suhu tubuh tinggi.

Kebijakan tersebut sesuai hasil rapat lintas sektor yang dilakukan pada Rabu (18/3/2020).

"Mulai Kamis, berdasarkan hasil rapat kami mengambil keputusan, jalan masuk ke Banyumas akan kami screening."

"Semua penumpang bus akan kami cek suhu tubuhnya dan kami minta riwayat asal perjalanan," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada TribunBanyumas.com, Rabu (18/3/2020).

Kebijakan tersebut diklaimnya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Banyumas.

Satu cara di antaranya adalah mengecek suhu badan penumpang bus dan kendaraan umum.

Petugas gabungan yang dilibatkan yakni dari Dinas Kesehatan, Satpol PP, kepolisian, dan TNI.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, petugas akan ditempatkan di pintu masuk menuju Banyumas atau di wilayah perbatasan.

"Keempat titik screening pengecekan suhu tubuh adalah berada di perbatasan atau pintu kedatangan menuju Banyumas."

"Seperti di Kecamatan Lumbir, Tambak, Purbalingga, dan Pekuncen," kata Agus.

Screening tersebut akan berlangsung selama dua minggu.

Yaitu selama masa social distancing yang dinyatakan oleh pemerintah. 

"Jika ditemukan penumpang yang memiliki suhu tubuh tinggi akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk diperiksa lebih lanjut," tambahnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Puskemas berdasarkan update hingga saat ini ada 195 orang di Kabupaten Banyumas(*/Permata Putra Sejati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Perbatasan Banyumas Dijaga Petugas 24 Jam"

Penting Biar Makin Paham, Lima Tahapan Edukasi Anak tentang Virus Corona

Cegah Virus Corona Bisa Dimulai Diri Sendiri, Ikuti Panduan WHO Berikut Ini

Corona Bukanlah Virus Mematikan di Dunia, Ini Buktinya

Pertama di Cilacap, Overpass Sigong Mulai Diujicobakan, Peresmian Tunggu Jadwal Gubernur Jateng

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved