Teror Virus Corona

Ganjar Gratiskan Warga yang Mau Tes Virus Corona, Ini Daftar Tujuh RS Milik Pemprov Jateng

Jika memang dokter menyatakan suspect corona, akan dikirim ke rumah sakit rujukan dan masuk kategori pasien dalam pengawasan atau PDP.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo (kiri) dan Direktur RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi (kanan) saat konferensi pers terkait pasien positif corona bertempat di Puri Gedeh Semarang, Jumat (13/3/2020) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggratiskan tes identifikasi virus corona atau Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya menyediakan fasilitas pemeriksaan identifikasi bagi masyarakat yang khawatir terpapar virus corona.

Ada tujuh rumah sakit milik Pemprov Jateng yang menyediakan fasilitas pemeriksaan (screening) kesehatan gratis.

Konser Didi Kempot Ditunda, Sekda: Termasuk Seluruh Agenda Hari Jadi Kabupaten Cilacap

Pasien Asal Kaliajir Positif Corona, RSUD Margono Purwokerto Pastikan Hoaks, Ini Info Sebenarnya

"Jadi kalau kami barusan bepergian ke luar negeri atau ke daerah yang ada pasien corona positif."

"Kemudian mengalami pilek, demam, batuk tolong periksa saja. Biaya kami tanggung gratis," kata Ganjar, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Minggu (15/3/2020).

Warga tidak perlu takut memeriksakan diri.

Sebab semakin cepat mengetahui kepastian terpapar atau tidak akan semakin baik.

Jika memang dokter menyatakan suspect corona, akan dikirim ke rumah sakit rujukan dan masuk kategori pasien dalam pengawasan atau PDP.

"Tapi kalau ternyata flu atau demam biasa, ya pulang," kata Ganjar.

Pemprov Jateng punya tujuh rumah sakit yang bisa dimanfaatkan.

Meski baru tujuh rumah sakit, Ganjar akan segera berkoordinasi dengan para kepala daerah agar menyediakan fasilitas pemeriksaan identifikasi corona gratis di rumah sakit yang dimiliki.

"Layanan di kabupaten/kota bisa saja digratiskan dengan berkoordinasi dengan para kepala daerah," imbuhnya.

Sedangkan rumah sakit rujukan untuk corona saat ini telah ada 58 unit.

Jumlah itu bertambah yang awalnya 13 rumah sakit.

Seusai Pulang dari Luar Negeri, Warga Purbalingga Ini Berinisiatif Karantina di Rumah

Satu Pasien Pengawasan RSUD Margono Purwokerto Meninggal, Kondisi Awal Masuk Sudah Pneumonia Berat

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved